Kompas.com - 11/06/2020, 17:34 WIB


KOMPAS.com – Bagi pemasak pemula, mungkin akan dibuat bingung dengan banyaknya jenis bahan dari alat masak. Mulai dari besi cor, besi tahan karat (stainless steel), sampai tembaga.

Ternyata, tiap bahan yang digunakan punya keunggulan dan kekurangan masing-masing yang akan berdampak pada makanan yang dihasilkan.

Baca juga: Pizza Teflon Gagal? Ketahui 5 Trik Berikut Sebelum Mulai Bikin

Berikut ini keuntungan dan kerugian dari masing-masing bahan yang digunakan untuk membuat alat masak yang ada di dapurmu seperti dilansir dari webstaurantstore.com.

1. Cast iron

Cast iron atau besi cor punya keunggulan karena tahan lama. Selain itu, besi cor juga merupakan konduktor panas yang sangat baik, serta bisa mempertahankan suhu.

Namun, alat masak dengan besi cor ternyata juga cukup berat. Selain itu mudah berkarat jika tidak dirawat dan dijaga tetap kering sepanjang waktu.

Supaya permukaannya tidak lengket, beri minyak sayur atau mentega pada seluruh bagian wajan ini sebelum dipakai. Pemberian minyak sayur harus ketika wajan dalam keadaan bersih.

Ilustrasi alat masak dari besi cor atau iron castShutterstock Ilustrasi alat masak dari besi cor atau iron cast

2. Alumunium

Alumunium jadi konduktor panas yang sangat bagus. Beratnya juga sangat ringan. Namun, alumunium rentan terhadap perubahan warna.

Alat masak dengan alumunium bisa mengubah warna makanan dan saus yang warnanya ringan sehingga makanan terasa sedikit lebih pahit dari biasanya.

3. Tembaga

Tembaga adalah kondustor panas paling baik untuk alat masak. Secara visual, alat masak yang menggunakan tembaga juga menarik.

Namun, alat masak dengan tembaga harganya cenderung mahal. Tak itu saja, tembaga juga mudah penyok, dan bereaksi secara kimiawi dengan beberapa jenis makanan yang akan menyebabkan senyawa beracun.

Karena itulah tembaga sering dilapisi lagi dengan jenis logam lain untuk mencegah terbentuknya senyawa beracun.

Ilustrasi alat masak dari tembagaShutterstock Ilustrasi alat masak dari tembaga

4. Stainless steal

Alat masak dengan bahan stainless steel cenderung kuat dan tahan lama. Stainless steel juga tidak akan bereaksi dengan makanan atau mengubah warna makanan tersebut.

Alat masak dengan stainless steel bisa terdiri dari beberapa lapisan untuk menambah konduksi dan distribusi panas.

Pasalnya, stainless steel merupakan konduktor panas yang buruk. Seringkali punya beberapa hot spot, artinya panas tidak merata dan bisa membentuk titik-titik gosong di permukaan alat masak.

5. Cast alumunium

Bahan ini jadi alternatif dari besi cor. Alumunium cor tahan terhadap karat dan lengket dari makanan.

Namun, alumunium cor juga rentan bengkok. Juga akan reaktif terhadap makanan yang asam, akhirnya mengubah rasa makanan itu sendiri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.