Kompas.com - 04/07/2022, 13:31 WIB
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) masih terus terjadi di Indonesia. Menjelang Idul Adha, wabah PMK ini juga menjadi keresahan tersendiri baik bagi masyarakat maupun pedagang hewan kurbam.

Pemerintah sudah melakukan berbagai upaya untuk mencegah meluasnya wabah PMK ini. Butuh strategi untuk mengendalikan wabah PMK ini.

Yakni kerjasama antarsemua pihak. Strategi ini termasuk penerapan lockdown wilayah, edukasi, biosekuriti hingga vaksinasi.

Baca juga: Undip Buka Lowongan Dosen Pegawai Tetap bagi S2-S3, Cek Syaratnya

Guru Besar Imunologi Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. I Wayah Teguh Wibawan mengatakan, ketersediaan vaksinasi untuk hewan yang peka memang belum cukup karena jumlahnya terbatas.

Sehingga pemberian vaksin di tengah wabah PMK ini harus diberikan pada hewan yang diprioritaskan dan jenis hewan prioritas dapat berbeda di tiap wilayah.

"Vaksinasi PMK harus dilakukan hanya pada hewan sehat, baik yang tidak pernah terinfeksi maupun yang sudah sembuh," papar Prof. I Wayah Teguh Wibawan seperti dikutip dari laman IPB, Senin (4/7/2022).

Dia menekankan, evaluasi pascavaksinasi juga harus dilakukan dan pemantauannya harus berbasis ilmiah.

"Strategi dan prioritas vaksinasi PMK dibuat karena adanya keterbatasan jumlah vaksin PMK dan dilakukan secara bertahap," imbuh dia.

Baca juga: Penjelasan LoA Unconditional untuk Daftar Beasiswa LPDP Tahap 2

Menurut Prof. I Wayah Teguh Wibawan, kematian akibat PMK memang di bawah 5 persen namun morbiditasnya sangat tinggi hingga 100 persen.

"Angka ini tidak boleh diremehkan sama sekali, terutama penyebaran bersifat aerogen dan di wilayah tropis seperti di Indonesia sangat mudah," urai Prof. I Wayah Teguh Wibawan.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.