Program Diplomat Mengajar Bangun Kompetensi Mahasiswa Prodi Hubungan Internasional

Kompas.com - 24/05/2022, 17:56 WIB

KOMPAS.com - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di London bekerja sama dengan Universitas Airlangga (Unair), Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur menggelar program Diplomat Mengajar.

Program Diplomat Mengajar digelar untuk mendukung pelaksanaan kebijakan Merdeka Belajar, khususnya di program studi Hubungan Internasional (HI).

Pelaksanaan program Diplomat Mengajar diawali dengan kegiatan kick-off dan kuliah perdana yang dilaksanakan secara daring pada Rabu (18/5/2022).

Baca juga: Kedubes AS Buka Pertukaran Pelajar bagi Mahasiswa dan Lulusan S1, Segera Daftar

Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI London, Khairul Munadi menyampaikan bahwa kegiatan ini dimaksudkan untuk mendukung program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), yang merupakan program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

“Program ini mempertemukan perspektif teoritis dan praktis. Setiap tema akan didekati dengan penjelasan konsep teoritis yang disampaikan oleh dosen, sekaligus penjelasan praktisnya yang disampaikan oleh diplomat dari fungsi terkait di KBRI London,” terangnya seperti dirangkum dari laman Kemendikbud.

“Dengan begitu, mahasiswa mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif karena ada perpaduan antara teori dan praktik,” imbuh dia.

Kuliah perdana Program Diplomat Mengajar dihadiri lebih dari 150 peserta, yang terdiri dari dosen dan mahasiswa dari Unair, Uinsa, UPN Veteran Jawa Timur, dan beberapa kampus lainnya.

Peserta sangat antusias dan menyambut baik model perkuliahan yang ditawarkan. Antusiasme tersebut tercermin dari ragam pertanyaan yang menyentuh opini publik terhadap relasi kerja sama Indonesia-Inggris, hambatan dan tantangan diplomasi post-Brexit, hingga perdagangan alutsista.

Baca juga: Kemendikbud Luncurkan Beasiswa Indonesia Maju, Kuliah Gratis S1-S2

“Kuliah ini sangat menarik karena contoh praktis yang diberikan oleh narasumber, khususnya bapak Khasan, sangat konkrit dan relevan, sehingga memberikan gambaran lengkap, jelas, mudah dimengerti,” pungkas Lucia, salah satu mahasiswa Unair yang juga memoderatori acara.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unair, Bagong Suyanto menyampaikan apresiasi serta harapannya agar kegiatan ini dapat terus dilanjutkan pada tahun akademik berikutnya dan melibatkan lebih banyak kampus di Indonesia.

Halaman:


Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.