Abdul Latif

Dosen dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UHAMKA serta sebagai perintis media online www.serambiupdate.com

PTM Terbatas dan Upaya Mengurangi Dampak PJJ Berkepanjangan

Kompas.com - 21/10/2021, 09:22 WIB
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim saat melakukan tinjauan ke salah satu sekolah di wilayah Surakarta, Senin (13/9/2021). KOMPAS.com/RAHEL NARDAMenteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim saat melakukan tinjauan ke salah satu sekolah di wilayah Surakarta, Senin (13/9/2021).

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai menjadikan sektor pendidikan mengancam tumbuh kembang anak.

Pembelajaran jarak jauh atau daring yang berkepanjangan tentu akan mempengaruhi dampak sosial, dampak perkembangan serta dampak kualitas pendidikan kita.

Penanganan pandemi tentu akan terus dilakukan sembari terus berupaya untuk adaptasi diri melalui kebiasaan baru salah satunya dengan perlunya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.

Pembelajaran tatap muka secara terbatas tentu bermaksud untuk meminimalisir terjadinya kemerosotan kualitas pendidikan. Selain itu, tentu hal ini juga dalam rangka menghindari ancaman anak putus sekolah karena ketidaktersediaan fasilitas pembelajaran daring.

Sebab dalam hal ini, pembelajaran daring yang kurang maksimal membuat anak terpaksa malah bekerja dan tidak belajar, terlebih untuk membantu keuangan keluarga di tengah krisis pandemi bahkan ada yang putus sekolah karena memilih menikah dini.

Beberapa orangtua juga tidak dapat melihat peranan sekolah dalam proses belajar mengajar secara daring.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selanjutnya, pembelajaran tatap muka terbatas dimaksudkan menghindari penurunan capaian belajar anak. Pembelajaran di dalam kelas tentu akan mendapatkan hasil pencapaian akademik yang lebih baik jika dibandingkan dengan daring.

Pasalnya, perbedaan akses, kualitas materi, sarana selama daring dapat mengakibatkan kesenjangan capaian belajar, terutama untuk anak yang memiliki keterbatasan secara ekonomi dan sarana prasarana penunjangnya.

Hal yang paling beresiko dan berdampak tentu aspek psikologi anak selama pembelajaran daring yang mencakup aspek psikis dan sosial sebab resiko ini sangat memungkinkan terjadinya kekerasan orangtua terhadap anak saat pendampingan belajar di rumah.

Baca juga: PTM Terbatas Dimulai, Jokowi Minta Kepala Daerah Pastikan Sekolah Siap Disiplin Prokes

 

Hal ini disebabkan karena salah satu faktor pendidikan orangtua yang “rendah” sehingga tidak bisa maksimal dalam mendampingi anak belajar yang berujung kekesalan emosi hingga berujung pada kekerasan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.