Setahun Pandemi Covid-19, UT: Penting Membangun Ekosistem Pembelajaran Digital

Kompas.com - 02/03/2021, 21:54 WIB
Rektor Universitas Terbuka (UT) dalam Media Gathering dengan tema UT Siap Menyongsong Indonesia Emas 2045 (2/3/2021). DOK. UTRektor Universitas Terbuka (UT) dalam Media Gathering dengan tema UT Siap Menyongsong Indonesia Emas 2045 (2/3/2021).

KOMPAS.com - Satu tahun pandemi Covid-19 sejak diumumkan kasus pertama positif Covid-19 oleh Presiden Joko Widodo telah merubah sistem pembelajaran pendidikan di Indonesia, termasuk pendidikan tinggi.

Transformasi pembelajaran melalui integrasi teknologi dalam pembelajaran menjadi sebuah solusi bagi banyak perguruan tinggi dalam beradaptasi untuk bisa tetap bisa melakukan pembelajaran selama masa pandemi.

Rektor Universitas Terbuka (UT), Prof. Ojat Darojat dalam gathering media secara daring (2/3/2021) menyampaikan, munculnya jargon "mendadak UT" menjadi sebuah indikasi UT dinilai menjadi tolak ukur penilaian pembelajaran jarak jauh (PJJ) di Indonesia.

"Selama pandemi pembelajaran jaringan sudah banyak dilakukan perguruan tinggi konvensional," ungka Prof. Ojat.

Ia melanjutkan, "kita tidak lelah bekerja sama dengan peguruan tinggi lainnya bagaimana membangun pembelajaran jaringan agar mereka memberi kapasitas yang selama ini menjadi pemglaman panjang yang dimiliki UT."

Baca juga: Satu Tahun Pandemi, Membangun Harapan lewat Vaksin untuk Guru

Belajar dari satu tahun Covid-19

Lebih jauh Rektor UT menjelaskan, setidaknya ada beberapa pilar penting di mana perguruan tinggi dapat belajar dari Covid-19 yang hampir satu tahun terjadi di Indonesia.

Salah satu pilar penting, menurut Prof. Ojat, adalah pentingnya pendidikan tinggi merancang grand design bagaimana membangun ekosistem digital learning ekosistem agar dalam mengimplementasikan dapat sesuai dengan kapasitas dan karakter setiap perguruan tinggi.

"Sukses tidaknya PJJ sangat ditentukan perencanaan tersebut. Walaupun SDM bagus dan infra struktur bagus, namun tidak didukung dengan grand design hasilnya tidak akan baik," tegas Prof. Ojat.

Pilar penting dalam, jelas Prof. Ojat adalah terkait pengembangan LMS atau Learning Management System.

"Tentu harus mendapat masukan, LMS macam apa yang diterapkan disesuaikan dengan nature mereka (perguruan tinggi) dan juga harus disesuaikan dengan grand design," ujarnya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X