Kampus Merdeka, Menjawab Tuntutan Masa Depan

Kompas.com - 15/01/2021, 13:59 WIB
Kemendikbud Luncurkan Logo Kampus Merdeka Dok. KemendikbudKemendikbud Luncurkan Logo Kampus Merdeka

Dewasa ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bergerak sangat cepat dan telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia. Disadari atau tidak, kita dituntut untuk mampu beradaptasi dan bersaing agar bisa bertahan di tengah perubahan zaman.

Hal tersebut merupakan hal yang sangat lazim karena pada dasarnya manusia memiliki karakteristik untuk terus berinovasi dan menciptakan hal-hal baru. Sebagai akibatnya revolusi selalu menjadi fenomena sosial khas dalam sejarah kehidupan manusia.

Setiap revolusi identik dengan perubahan dan tegangan sosial karena selalu saja ada kelompok yang berhasil bertahan dan kelompok lain yang terpinggirkan.

Contohnya, revolusi industri di Inggris pada abad 18 yang ditandai dengan perubahan dalam skala besar di berbagai sektor esensial seperti pertanian, transportasi, pertambangan, teknologi, dan manufaktur sehingga hal tersebut berdampak langsung terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan budaya.

Berangkat dari fakta di atas, saat ini kita kembali berhadapan dengan munculnya revolusi industri 4.0 yang identik dengan teknologi otomatisasi dan siber yang melalui sistem komputasinya terhubung dengan berbagai bidang kehidupan manusia.

Belum lagi, revolusi industri 5.0 yang muncul dari peradaban Jepang awal Januari 2019 sebagai respon dari revolusi industri 4.0 yang identik dengan konektivitas (internet of things), sehingga khas dengan model artificial intelligence (kecerdasan buatan), meskipun belum terlalu populer di negara berkembang seperti Indonesia, revolusi industri 5.0 memiliki potensi mempengaruhi keadaan sosial saat ini.

Pandemi dan refleksi

Di era pandemi saat ini, refleksi dari perubahan sebagai dampak dari revolusi industri 4.0 dan 5.0 semakin terlihat. Hal ini ditandai dengan perubahan di berbagai sektor penting yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak.

Sektor ekonomi adalah yang paling cepat merespons perubahan ini. Sistem transaksi yang sebelumnya masih berjalan secara konvensional kemudian berubah menjadi low-touch economy dan hygiene precaution akibat dari penerapan social distancing sehingga e-commerce dan consumer goods menjadi banyak diminati masyarakat saat ini. Sistem ekonomi konvensional pun perlahan ditinggalkan.

Selain itu, sektor pendidikan juga mengalami perubahan secara besar-besaran. Aktivitas pembelajaran yang semula berlangsung secara tatap muka kini harus berjalan secara daring dan virtual.

Pihak sekolah dan kampus dituntut untuk merespons perubahan ini secara cepat mulai dari menyusun model pembelajaran daring hingga mendesain platform virtual.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X