Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Fahmi, Diterima 43 Kampus Luar Negeri Pakai Beasiswa

Kompas.com - 06/05/2024, 09:45 WIB
Sandra Desi Caesaria,
Mahar Prastiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Mahasiswa bisa diterima di dua sampai tiga kampus luar negeri, mungkin sudah lazim ditemui.

Tetapi bagaimana rasanya apabila diterima 43 kampus luar negeri?

Ternyata kisah itu dialami oleh Fahmi Sirma Pelu pemuda asal Negeri Hitu, Maluku. Fahmi, demikian akrab ia disapa, adalah lulusan sarjana Sastra Indonesia Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 2022 silam.

Perjalanan mendapatkan 43 Letter of Acceptance (LoA) bukanlah perkara yang gampang. Fahmi telah lebih dahulu mendapat penolakan dari sana sini.

“Kalau dibilang mudah sih enggak, karena saya sering gagal juga. Beberapa kali saya ditolak di beberapa jurusan. Bahkan di jurusan yang saya pikir saya cukup mumpuni di applied linguistik,” kenang Fahmi, dilansir dari laman Lembaga Pengelola Dana Keuangan (LPDP).

Baca juga: Aturan Baru LPDP 2024, Kuliah S3 Langsung Dapat Tunjangan Keluarga

Ia terutama baru mendapat banyak LoA ketika merampungkan program Pengayaan Bahasa yang diselenggarakan oleh LPDP.

Kebetulan tempat asalnya yaitu Ambom masuk dalam program Beasiswa Daerah Afirmasi. Pengayaan Bahasa secara khusus diberikan untuk peserta yang lolos seleksi Beasiswa Afirmasi.

Dengan sertifikat IELTS di tangan, Fahmi mengaku sekitar 95 persen dari total 43 LoA berhasil diraihnya. Fahmi mengatakan ia gencar mendaftar di kampus mancanegara yang diinginkan dan terutama yang tidak berbayar.

Satu per satu kampus memberikan jawabannya masing-masing hingga tak terasa terkumpul 43 LoA. Nama-nama kampus terbaik di dunia seperti SOAS University of London, University of Melbourne, The University of Sydney, dan banyak lagi berhasil ia dapat.

Sampai akhirnya ia menjatuhkan pilihan untuk memilih Master of Asian and Pacific Studies di Australian National University (ANU).

Alasannya karena di kampus tersebut diisi oleh peneliti-peneliti Austronesia. Ini sejalan dengan minat besarnya untuk mempelajari lokalitas di wilayahnya yang berkelindan dengan rumpun kebudayaan Pasifik dan Melanesia.

Cara Fahmi bisa dapat 43 LoA

Fahmi mengatakan, nilai plus ia bisa mendapatkan LoA ialah memiliki pengalaman profesional yang terkait dengan jurusan yang diambil.

Isi dari esai personal statement turut berpengaruh dalam meyakinkan kampus tujuan untuk menerima lamaran.

“Bagaimana kita bisa menjelaskan diri kita, minat riset kita, dan apa yang sudah kita lakukan di akademik dan di professional experience, saya pikir itu jadi salah satu kekuatan yang saya miliki,” ungkap Fahmi membocorkan tips mendapatkan LoA berdasarkan pengalaman pribadi.

Baca juga: 3 Beasiswa S2 dan S3 LPDP 2024 Luar Negeri yang Sekarang Masih Buka

Bahkan Fahmi mengaku pernah mendapat unconditional offer dari Edinburgh University meski ia tak memenuhi nilai IPK minimal yang ditetapkan.

Halaman Berikutnya
Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com