Kompas.com - 30/12/2020, 17:39 WIB
Ilustrasi guru dan siswa di sekolah Dok. Ditjen GTK KemdikbudIlustrasi guru dan siswa di sekolah

KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengaku, metode pembelajaran yang dilakukan siswa di Indonesia mengalami banyak perubahan selama pandemi Covid-19. Yakni, biasanya murid bertemu guru di kelas, kini mereka belajar dengan metode pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Metode PJJ yang dijalankan, yakni secara daring atau online.

Baca juga: PJJ Alami Banyak Kendala di Tiap Daerah

Menurut Plt. Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikbud, Hasan Chabibie mengatakan, metode PJJ bukan model ideal yang dilakukan untuk pembelajaran para siswa.

Terlebih, kata Hasan, guru di negeri ini memang tak pernah dipersiapkan untuk menjalankan PJJ secara cepat.

"Jujur saja guru kita tidak didesain untuk PJJ secara utuh 100 persen. Guru kita dibentuk untuk melakukan proses belajar langsung di kelas sekolah," ungkap dia di acara webinar dengan tema "Refleksi Pendidikan 2020: Membangun Optimisme Pendidikan Indonesia", Rabu (30/12/2020).

Dia menyebutkan, metode pengajaran guru di kelas berbeda dengan PJJ. Untuk itu, sangat wajar bila banyak guru yang gagap teknologi atau media saat mengajarkan siswanya dengan metode PJJ.

"Jangan dibedakan antara yang di kelas pada normal dengan kelas waktu PJJ. Itu beda sekali, tidak sama," tegas dia.

Guru harus diapresiasi saat masa PJJ

Maka dari itu, dia sangat kesal ketika ada orang yang merendahkan kemampuan guru saat PJJ. Apalagi bila ada seseorang yang mengecap kalau guru tidak berkualitas.

"Coba anda mengajar di lingkungan tidak ada internet. Di lingkungan itu juga tidak ada TV, dengan gaji Rp 250 ribu per bulan untuk menjadi guru," tutur dia.

Semua adaptasi dan improvisasi yang dilakukan guru, seharusnya bisa diapresiasi dengan penuh. Karena, berkat mereka masih banyak yang belajar di saat pandemi Covid-19.

Bahkan, lanjut dia, mereka tetap membangun optimisme untuk dunia pendidikan di negeri ini.

Baca juga: Kemendikbud: Evaluasi PJJ, 2 Hal Ini Perlu Digarisbawahi

"Ikhtiar guru itu, mereka bisa mengatasinya saat mengalami keterbatasan di PJJ. Bila ada kekurangan saat PJJ, kita harus perbaikinya secara bersama-sama," pungkas dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X