Komisi X DPR: Sekolah Tatap Muka Januari 2021 Harus Dikaji Ulang

Kompas.com - 30/12/2020, 12:44 WIB
Pemerintah sudah membuka izin penyelenggaraan pembelajaran tatap muka pada tahun depan. Publik masih banyak yang khawatir tentang aman dan tidak aman melakukan pembelajaran tatap muka di tengah pandemi. Ketika layanan tatap muka tidak dapat terpenuhi maka layanan pembelajaran jarak jauh secara daring atau luring bisa menjadi solusi. DOK. TANOTO FOUNDATIONPemerintah sudah membuka izin penyelenggaraan pembelajaran tatap muka pada tahun depan. Publik masih banyak yang khawatir tentang aman dan tidak aman melakukan pembelajaran tatap muka di tengah pandemi. Ketika layanan tatap muka tidak dapat terpenuhi maka layanan pembelajaran jarak jauh secara daring atau luring bisa menjadi solusi.
|

KOMPAS.com - Di satu sisi, pembelajaran jarak jauh (PJJ) membawa dampak negatif bagi perkembangan siswa. Namun di sisi lain, Covid-19 masih menjadi ancaman serius.

Meski pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) dan beberapa kementerian lain dalam SKB 4 menteri sudah memberikan izin akan dibukanya pembelajaran tatap muka, tetapi semua masih perlu dikaji.

Terlebih dengan libur akhir tahun ini membuat orangtua khawatir jika kasus Covid-19 akan kembali meningkat.

Untuk itulah Komisi X DPR RI meminta pemerintah mengkaji ulang rencana pembukaan sekolah atau pembelajaran tatap muka pada Januari 2021.

Baca juga: Komisi X DPR Minta Prioritaskan Guru Juga Dapat Vaksin

"Dalam beberapa hari terakhir ini, kami menerima banyak sekali masukan dari orang tua murid yang khawatir jika sekolah dibuka kembali bulan depan," ujar Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda seperti dikutip dari laman DPR RI, Rabu (30/12/2020).

Tentu, para orang tua khawatir dengan penyebaran Covid-19 yang kian tak terkendali. Apalagi libur akhir tahun ini banyak orang yang pergi berliburan, meski menggunakan kendaraan pribadi.

Tren kasus Covid-19 masih tinggi

Dikatakan, pembukaan sekolah memang solusi terbaik untuk mengatasi ancaman penurunan kemampuan belajar (learning loss) bagi siswa selama masa pandemi Covid-19.

Namun kian meningkatnya jumlah kasus harian positif Covid-19 dan kian penuhnya tingkat hunian rumah sakit, maka rencana pembukaan sekolah lebih baik ditunda terlebih dahulu.

"Akhir bulan ini tren peningkatan kasus Covid terus terjadi. Saya memprediksi kondisi ini akan terus berlanjut hingga bulan depan, mengingat maraknya orang mudik dan liburan akhir tahun," tegasnya.

Menurutnya, jika di tingkat daerah, desakan agar sekolah dibuka cukup kencang disuarakan orang tua siswa.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X