Kompas.com - 16/12/2020, 15:54 WIB
Ilustrasi PJJ DOK. QUIPPERIlustrasi PJJ

KOMPAS.com - Selama masa pandemi Covid-19, program pembelajaran jarak jauh (PJJ) tampaknya masih menjadi sorotan, karena masih munculnya ragam kendala di masing-masing daerah.

Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah mengatakan, PJJ menjadi sorotan banyak orang, sehingga banyak keluhan dan masukan yang dilontarkan. Dengan tujuan, agar persoalan itu bisa terselesaikan.

Baca juga: 9 Bulan PJJ , Mendikbud Nadiem: Siswa Bisa Putus Sekolah

"Dalam kunjungan kita ada yang perlu ditindaklanjuti, yakni program PJJ. Hampir rata-rata tiap daerah ini menjadi persoalan yang harus segera diselesaikan," kata Ferdiansyah melansir laman Vokasi Kemendikbud, Rabu (16/12/2020).

Selain bidang pendidikan, dia juga menyoroti sejumlah aspek yang menjadi bidang dalam tugas pokok dan fungsinya, yakni pariwisata dan ekonomi kreatif, pemuda olahraga, serta perpustakaan.

Adapun terkait pengembangan pariwisata, tutur Ferdiansyah, pariwisata religi harus bisa lebih dikemas, sehingga harus disempurnakan lebih lanjut.

Sedangkan untuk bidang perpustakaan nasional, yaitu mengenai kunjungan yang sifatnya hybrid, yakni daring dan luring harus disesuaikan dengan komposisi jumlah yang tergantung dari ruangan yang tersedia.

Sekretaris Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud, Henri Tambunan menegaskan, proses pembelajaran pada masa pandemi Covid-19 berdasarkan keputusan 4 menteri yang mengizinkan belajar tatap muka di sekolah untuk zona kuning dan hijau dengan protokol kesehatan yang ketat.

Baca juga: Kemendikbud: Evaluasi PJJ, 2 Hal Ini Perlu Digarisbawahi

“Namun demikian, keselamatan siswa adalah yang utama. Adapun untuk zona merah tetap belajar dari rumah atau PJJ," tegas dia.

Adapun untuk perguruan tinggi, tambah Henri, di awal Januari 2021 juga bisa melaksanakan kuliah tatap muka. Namun, harus berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat.

"Selain itu, harus mendapatkan izin dari orang tua. Mereka boleh hadir secara fisik ataupun daring," jelas dia.

Banyak guru pensiun di 2021

Terkait banyaknya guru yang memasuki masa pensiun di 2021. Henri menekankan, Kemendikbud telah menjalankan proses seleksi guru honorer menjadi guru PPPK.

Khususnya, kata Henri, pendidikan vokasi juga banyak guru yang mengalami pensiun di tahun depan.

Baca juga: Peneliti: PJJ Tak Boleh Dipermanenkan untuk Siswa SD

"Padahal, untuk mendapatkan guru pendidikan vokasi sangatlah sulit," tutup Henri.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X