Sebelum Bicara di PBB, Roslinda Siapkan Diri Khusus Belajar Bahasa Inggris

Kompas.com - 14/10/2020, 09:49 WIB
Roslinda Tamo Ina di rumah keluarganya di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (11/10/2020).. KOMPAS.com/IGNASIUS SARARoslinda Tamo Ina di rumah keluarganya di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (11/10/2020)..

KOMPAS.com - Anak bangsa dari Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Roslinda Tamo Ina, sudah dua kali menyampaikan suara anak Indonesia kepada perwakilan negara anggota PBB di New York, Amerika Serikat. Keduanya dilakukan pada 2019 dan 2020.

Roslinda mengaku dua kali menyampaikan suara ke anggota PBB dengan tema berbeda.

Baca juga: Sebelum Masuk Dunia Kerja, Kuasai Ini Saat di Kampus

Tahun 2019, dia menyampaikan suara terkait kegiatan penghapusan kekerasan terhadap anak. Tahun ini, dia menceritakan suara anak Indonesia yang mengalami kesulitan menghadapi pandemi Covid-19, seperti dalam menghadapi pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Dari dua pengalaman menyampaikan suara di PBB, Roslinda mengaku ada hal unik yang terjadi, yakni belajar bahasa Inggris selama satu minggu sebelum dirinya terbang ke PBB.

"Sebelum satu minggu itu aku terus gali bahasa Inggris. Selalu dikasih semangat, pendamping, orangtua, gereja, semangat pasti kamu bisa, teman-teman semua kasih semangat. Akhirnya saya bisa memberikan yang terbaik," kata Roslinda dalam acara Live Instagram "Muda Bertanya Suara Anak Indonesia di PBB", Selasa (13/10/2020).

Dia juga aktif belajar menggunakan Google terjemahan. Tak hanya itu, dia sering menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-harinya.

"Dicoba terus, saya belajar dan komunikasi dengan bahasa Inggris kepada kawan, meski kadang ada yang saya tak mengerti. Bila tidak mengerti, saya biasanya menggunakan gestur tubuh agar teman komunikasi saya paham," jelas dia.

Memang, ungkapnya, rasa bersalah itu ada. Namun, itu terjadi pada saat menyampaikan suara pertama kalinya pada 2019.

"Saya dikasih lima kali speech, tapi yang pertama saya benar-benar tegang. Setelah itu tidak tegang lagi karena sudah bisa dilakukan saat pertama kalinya, sehingga tidak tegang lagi saat menyampaikan speech berikutnya," tutur dia.

Baca juga: Kemendikbud: Ini Ragam Jenis Soal Asesmen Kompetensi Minimum 2021

Hingga kini, perempuan yang akrab disapa Oslin ini menegaskan bahwa dirinya masih terus mengasah kemampuan berbahasa Inggris. Tujuannya agar bisa lebih percaya diri bila diberi kesempatan lagi untuk menyampaikan suara anak Indonesia kepada dunia internasional.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X