Roslinda: Anak-anak Kombapari Sumba Kesusahan Belajar Online

Kompas.com - 14/10/2020, 10:08 WIB
Roslinda menyampaikan suara anak Indonesia di PBB terkait pandemi Covid-19. Live Instagram Kompas MudaRoslinda menyampaikan suara anak Indonesia di PBB terkait pandemi Covid-19.

KOMPAS.com - Anak bangsa dari Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Roslinda Tamo Ina berkesempatan menyampaikan suara anak Indonesia secara online terkait dampak Covid-19 kepada perwakilan negara anggota PBB di New York, Amerika Serikat pada Rabu (8/10/2020).

Saat bersuara di PBB, Roslinda mengaku, banyak anak-anak yang mengalami kesedihan, karena tidak bersekolah lagi saat pandemi Covid-19. Bahkan, mereka banyak terganggu saat menjalankan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau secara online.

Baca juga: Roslinda, Wakil Anak Indonesia Suarakan Dampak Covid-19 di Pertemuan Online PBB

"Banyak teman saya, khususnya di forum anak Desa Kombapari, NTT, yang kesusahan dalam belajar atau sekolah. Mereka mengeluh belajar online, kadang tidak ada kuota internet dan jaringan jelek. Jadi teman-teman di desa kebanyakan belajar luar jaringan (luring)," kata Roslinda dalam acara Live Instagram "Muda Bertanya Suara Anak Indonesia di PBB" Selasa (13/10/2020).

Maka dari itu, perempuan yang akrab disapa Oslin ini merasa beruntung bisa menyuarakan suara anak Indonesia di PBB. Sehingga, permasalahan anak Indonesia, khususnya yang berada di pelosok bisa terdengar, bahkan harapannya bisa terbantu pada masa pandemi Covid-19.

Selain sulit belajar online, kata dia, masyarakat di pelosok Sumba Timur juga sangat susah memperoleh air bersih. Padahal, pemerintah sedang menggencarkan kampanye 3M terkait protokol kesehatan, yakni mencuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga jarak.

"Akses air bersih minim sekali, karena Covid-19 kan harus cuci tangan. Di Desa Kombapari, akses untuk memperoleh dapat air bersih sulit, itu keluhan dari teman-teman, ini semoga ada tindak lanjut," harap Oslin.

Bila suara ini didengar oleh pemerintah Indonesia, lanjut Oslin, harapannya masyarakat di Sumba Timur, khususnya Desa Kombapari bisa dibantu dengan baik. Karena air bersih memiliki banyak manfaat dalam kehidupan.

Baca juga: 1.108 Mahasiswa Siap Terjun Jadi Duta Perubahan Perilaku Covid-19

"Pada intinya anak-anak sedih, perbedaannya langsung terlihat di pandemi ini. Awalnya bersekolah di sekolah, kini belajar daring. Harapannya bisa didengar baik," pungkas dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X