Dana APBN 2021, Fokus Pendidikan untuk Tingkatkan Skor PISA, PAUD, dan Guru

Kompas.com - 14/10/2020, 09:33 WIB
Kepala Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (PKAPBN BKF Kemenkeu) Ubaidi Socheh Hamidi menjelaskan strategi kebijakan APBN 2021 dalam acara virtual bertajuk ?Bincang APBN 2021? lewat akun YouTube BKF Kemenkeu pada Selasa (13/10/2020). DOK. KOMPAS.com/ELISABETH DIANDRA SANDIKepala Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (PKAPBN BKF Kemenkeu) Ubaidi Socheh Hamidi menjelaskan strategi kebijakan APBN 2021 dalam acara virtual bertajuk ?Bincang APBN 2021? lewat akun YouTube BKF Kemenkeu pada Selasa (13/10/2020).

 

KOMPAS.com – Kepala Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (PKAPBN BKF Kemenkeu) Ubaidi Socheh Hamidi menjelaskan, pembiayaan paling tinggi dari kebijakan strategis Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 untuk pengembangan sektor pendidikan.

“Terutama untuk mendukung penguatan kualitas pendidikan melalui peningkatan skor PISA dan penguatan penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) serta peningkatan kompetensi guru,” jelas Ubaidi lewat akun YouTube BKF Kemenkeu pada Selasa (13/10/2020).

Untuk mendukung akselerasi pemulihan (recovery) dan transformasi ekonomi menuju Indonesia Maju, Kemenkeu mengalokasikan dana sebesar Rp550,5 triliun dari APBN 2021 untuk bidang pendidikan.

Baca juga: Menuju Sukses Masa Depan, Kuatkan Literasi Anak sejak Dini

Dalam acara virtual bertajuk “Bincang APBN 2021” dengan tema Percepat Pemulihan, Perkuat Reformasi Ekonomi, Ubaidi juga menjelaskan 6 bidang lainnya di luar sektor pendidikan yang menjadi fokus dalam kebijakan strategis APBN 2021.

Keenam sektor lainnya adalah kesehatan (alokasi Rp169,7 triliun), perlindungan sosial (alokasi Rp421,7 triliun), infrastruktur (alokasi Rp413,8 triliun), ketahanan pangan (Rp104,2 triliun), parawisata (Rp15,7 triliun), dan bidang teknologi informasi komunikasi atau ICT (alokasi Rp 29,6 triliun).

Dari 7 fokus kebijakan strategis APBN 2021, pengalokasian terbanyak diberikan untuk pengembangan pada dunia pendidikan di Indonesia.

Skor PISA Indonesia menurun

Programme for International Student Assessment atau PISA merupakan studi global untuk menilai kompetensi siswa usia 25 tahun dalam kemampuan literasi membaca, literasi matematika, dan literasi sains.

Sejak 2000, Indonesia telah berpartisipasi dalam tes PISA. Namun ternyata, skor PISA 2018 dalam capaian literasi membaca setara dengan hasil pada 2000.

Rata-rata skor pada 2018 dalam 3 bidang literasi juga lebih rendah daripada pencapaian Indonesia pada 2015.

Berikut ini adalah perbandingan skor PISA 2015 dengan 2018.

1. Literasi membaca

Skor PISA 2015: 397
Skor PISA 2018: 371
Skor rata-rata 79 negara peserta survei PISA 2018: 487

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X