Disdik Jabar Ajak Siswa Tak Terbawa Arus Negatif

Kompas.com - 13/10/2020, 14:04 WIB
Dedi Supandi saat menerima kunjungan dari Bagian Kerja Sama Departemen Pendidikan Bahasa Jepang Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Kantor Disdik Jabar, Selasa (21/7/2020). DOK.Disdik JabarDedi Supandi saat menerima kunjungan dari Bagian Kerja Sama Departemen Pendidikan Bahasa Jepang Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Kantor Disdik Jabar, Selasa (21/7/2020).
|

KOMPAS.com - Peserta didik atau siswa sekolah harus memiliki kepribadian yang baik. Terlebih di zaman serba moderen ini, semua harus bisa membentengi diri dengan karakter yang baik pula.

Untuk itulah, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jawa Barat (Jabar), Dedi Supandi mengajak seluruh peserta didik di Jabar agar tidak terbawa arus negatif.

"Untuk mengantisipasi agar peserta didik tidak terlibat arus negatif, perlu dilakukan koordinasi dan advokasi kepada seluruh stakeholder pendidikan," ujar Dedi seperti dikutip dari laman Disdik Jabar, Senin (12/10/2020).

Baca juga: Info Disdik Jabar: 7 Hal Mengikis Kecemasan Saat Pandemi

Agar tak ikut arus negatif

Koordinasi itu, menurut Dedi Supandi juga harus dilakukan kepada orang tua peserta didik. Sehingga orang tua bisa memberikan pengawasan ketika anak berada di rumah.

Hal ini dilakukan untuk menindaklanjuti arahan Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud).

Karenanya, Kadisdik mengimbau pada Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah (Kacadisdikwil) I sampai XIII agar berkoordinasi dengan seluruh stakeholder pada masing-masing wilayah.

Tentu untuk mengantisipasi keterlibatan peserta didik dalam kegiatan yang berhubungan dengan hal-hal negatif.

Tak hanya itu saja, Kadisdik juga meminta seluruh kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB agar berkoordinasi dengan seluruh stakeholder sekolah, termasuk orang tua siswa.

Tujuannya untuk memberikan advokasi secara komunikatif. Komunikasi harus terus dilakukan pihak sekolah kepada orang tua atau wali murid.

Beri edukasi dan pengawasan

Terlebih dalam masa pandemi Covid-19 ini, orang tua sangat berpengaruh pada pendidikan anak selama di rumah, termasuk pengawasannya.

Dedi Supandi juga menyarankan seluruh kepala SMA, SMK, dan SLB untuk memberikan edukasi kepada seluruh peserta didik.

Bahwa sebagai warga negara yang baik, dalam menyampaikan pendapat harus dilaksanakan secara baik, etis, dan damai sesuai ketentuan yang berlaku.

"Saya minta seluruh pengawas sekolah untuk memantau dan membantu pelaksanaan kegiatan tersebut," pintanya.

Baca juga: Siswa DKI Jakarta, Simak Ketentuan Baru PSBB Transisi

"Mari kita selamatkan peserta didik karena mereka adalah generasi penerus perjuangan cita-cita negara ini," tandas Kadisdik Jabar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X