Ketika Harga Tes PCR Turun, Warga Marah Merasa Dipermainkan Selama ini...

Kompas.com - 30/10/2021, 07:04 WIB
Seorang tenaga kesehatan mengambil sampel untuk tes usap PCR COVID-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boesoerie, Ternate, Maluku Utara, Senin (23/8/2021). RSUD Chasan Boesoerie memberi layanan tes usap PCR gratis setiap hari kerja untuk 50 orang, dengan syarat membawa salinan KTP dan kartu keluarga serta layanan dibuka mulai pukul 08.30 hingga 10.00 WIT. ANTARA FOTO/Harmoko Minggu/wsj.  ANTARA FOTO/Harmoko MingguSeorang tenaga kesehatan mengambil sampel untuk tes usap PCR COVID-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boesoerie, Ternate, Maluku Utara, Senin (23/8/2021). RSUD Chasan Boesoerie memberi layanan tes usap PCR gratis setiap hari kerja untuk 50 orang, dengan syarat membawa salinan KTP dan kartu keluarga serta layanan dibuka mulai pukul 08.30 hingga 10.00 WIT. ANTARA FOTO/Harmoko Minggu/wsj.

KOMPAS.com - Kementerian Kesehatan kembali menurunkan tarif batas tertinggi tes PCR, hingga menimbulkan kemarahan warga.

Batas biaya tertinggi tes PCR di Jawa-Bali Rp 275.000 dan Rp 300.000 untuk daerah di luar dua pulau itu. Ketentuan ini berlaku mulai Rabu (27/10/2021).

Sebelumnya, harga tes PCR yang kerap menjadi syarat perjalanan antar daerah ini bisa mencapai jutaan rupiah.

Kenyataan bahwa harga tes PCR bisa menjadi serendah Rp 275.000 membuat sebagian warga marah.

Ice Dessy (31), karyawan swasta di Jakarta, mengaku telah menghabiskan jutaan rupiah untuk menjalani tes PCR demi mengunjungi orangtuanya yang sakit di Medan, Sumatera Utara.

Meski senang dengan penurunan harga tes yang signifikan, Ice juga merasa dipermainkan.

“Kalau bisa murah, kenapa dulu-dulu harganya mahal banget?,” ujarnya kepada Kompas.com, Kamis (28/10/2021).

Sementara itu, Rini (27), warga Bintaro di Tangerang Selatan merasa kebijakan ini terlambat diambil.

Pada Juni lalu, Rini harus melakukan tes PCR dan membayar seharga Rp 900.000 karena mengalami gejala Covid-19.

Baca juga: Mulai Hari Ini, Tarif Tes PCR di Bandara Soekarno-Hatta Turun Jadi Rp 275.000

Harga segitu menurutnya terlalu besar untuk memastikan penyakit yang belum tentu ia derita.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.