Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenal Tanaman Kencana Ungu yang Buahnya Bisa Meledak Saat Terkena Air

Kompas.com - 17/04/2024, 12:00 WIB
Erwina Rachmi Puspapertiwi,
Inten Esti Pratiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sebuah unggahan video yang menunjukkan keunikan dari buah tanaman kencana ungu, viral di media sosial.

Video tersebut awalnya dibagikan akun media sosial X @adultdiv3rsion pada Sabtu (14/4/2024).

Dalam videonya, tampak beberapa buah dari tanaman kencana ungu diletakkan di dalam wadah air. Tak lama, buah itu pun meledak dan mengeluarkan biji-bijian kecil.

"Terima kasih tuhan sudah menciptakan tumbuhan seru seperti ini," tulis pengunggah.

Pada kolom komentar, pengunggah menyebut tanaman itu sebagai pletekan. Sementara warganet lain menyebutnya sebagai kencana ungu.

Unggahan itu tayang hingga 1,3 juta kali, disukai 8.000 warganet, dan dibagikan 36.000 warganet.

Lalu, apa itu tanaman kencana ungu? Dan adakah manfaatnya bagi kesehatan manusia?

Baca juga: 10 Kelompok Orang yang Tidak Boleh Minum Teh Bunga Telang


Kencana ungu atau pletekan

Dosen Tanaman dalam Lanskap Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Nizar Nasrullah membenarkan bahwa tanaman dalam video itu bernama kencana ungu atau ruwelia.

Bunga kencana ungu (Ruellia Tuberosa L) dikenal sebagai pletekan di Indonesia. Ini karena tanaman tersebut dapat meledak sehingga berbunyi "pletek" ketika terkena air.

Tanaman ini memiliki daun hijau, bunga ungu, dan buah berbentuk lonjong. Umumnya, bunga liar kencana ungu ditemukan dekat aliran air seperti sungai dan selokan.

"Tanaman ruwelia tegak, ada juga jenis ruwelia rambat. Kalau ruwelia tegak, tinggi bisa sampai 1 meter. Kalau yang ruwelia rambat tinggi tidak lebih dari 20 cm," jelasnya kepada Kompas.com, Selasa (16/4/2024).

Menurut Nizar, tanaman ini dapat menghasilkan buah. Ketika kencana ungu sudah tua, buahnya pecah dan biji di dalamnya dapat tersebar ke tanah di sekitar tanaman tersebut.

"Nanti biji tersebut akan berkecambah dan menghasilkan banyak tanaman baru," ujarnya.

Dikutip dari Perpustakaan Digital Budaya Indonesia, zaman dulu, kencana ungu atau pletekan sering dijadikan mainan oleh anak-anak.

Anak laki-laki akan meludahi atau memasukkan buahnya ke dalam air hingga meledak. Mereka akan mengumpulkan banyak pletekan agar bunyi ledakannya bersahut-sahutan tanpa henti.

Halaman:

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com