Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tutorial Mencoblos, Ini 5 Hal yang Dilarang Saat Berada di TPS

Kompas.com - 14/02/2024, 07:00 WIB
Alinda Hardiantoro,
Inten Esti Pratiwi

Tim Redaksi

Mereka harus menjaga suasana kondusif dan tidak menunjukkan keberpihakan atau penolakan terhadap pilihannya.

3. Mencoblos dengan benda lain

Komisi Pemilihan Umum (KPU) sepakat untuk menggunakan paku sebagai alat mencoblos surat suara pada Pemilu 2024.

Pemilih dilarang memanfaatkan benda lain, seperti pensil, pena, dan lain-lain untuk mencoblos surat suara.

Baca juga: Berapa Lama Masa Kerja Anggota KPPS dalam Pemilu 2024?

4. Mencoret surat suara

Pemilih juga dilarang mencoret surat suara saat mencoblos di TPS.

Hal ini sebagaimana diatur dalam Pasal 28 PKPU RI Nomor 25 Tahun 2023 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara dalam Pemilu.

"Pemilih tidak boleh membubuhkan tulisan dan/atau catatan apa pun pada surat suara," bunyi Pasal 28 ayat 2 PKPU Nomor 25 Tahun 2023.

5. Memfoto dan merekam saat mencoblos

Mengacu Pasal 28 ayat 2 PKPU Nomor 25 Tahun 2023, pemilih juga dilarang memfoto atau merekam saat mencoblos di TPS.

"Pemilih tidak boleh mendokumentasikan hak pilihnya di bilik suara," bunyi aturan tersebut.

Sebelum memasuki bilik suara, pemilih akan diingatkan oleh petugas Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) agar tak membawa ponsel. Hal ini sebagaimana diatur dalam Pasal 25 ayat 1 PKPU Nomor 25 Tahun 2023.

Baca juga: Apa Itu KPPS dalam Pemilu? Berikut Pengertian dan Tugasnya

Sanksi jika melanggar

Pemilih yang melanggar aturan saat mencoblos di TPS akan dikenai sanksi sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (UU Pemilu).

Mengacu pada aturan tersebut, sanksi yang diberikan kepada pemilih yang memfoto dan merekam saat di TPS berupa pidana penjara paling lama satu tahun dan denda maksimal Rp 12 juta.

"Setiap orang yang membantu pemilih yang dengan sengaja memberitahukan pilihan pemilih kepada orang lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun dan denda paling banyak Rp 12.000.000,00 (dua belas juta rupiah)," bunyi Pasal 500 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017.

Sanksi tersebut juga berlaku bagi orang yang membantu pemilih dan memberitahukan pilihannya kepada orang lain.

Sesuai Pasal 264 UU Pemilu, pemilih yang boleh dibantu adalah orang dengan kondisi disabilitas netra, disabilitas fisik, dan halangan fisik lain.

Sementara itu, corat-coret pada surat suara dapat menyebabkan surat suara menjadi tidak sah.

Baca juga: Waspada, Modus Penipuan File APK Data TPS Muncul Jelang Pemilu 2024

Tata cara mencoblos di TPS

Sementara itu, terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan pemilih saat mencoblos. Hal itu sebagaimana diatur dalam Keputusan KPU Nomor 66 Tahun 2024 tentang Pedoman Teknis Pelaksanaan Pemungutan dan Penghitungan Suara dalam Pemilu.

Mengacu pada aturan tersebut, berikut tata cara mencoblos pada Pemilu 2024:

  • Pemilih mengecek dan memeriksa surat suara sebelum memasuki bilik suara. Pastikan bahwa surat suara sudah ditandatangani oleh Ketua KPPS dan dalam kondisi tidak rusak.
  • Jika surat suara yang diterima rusak atau keliru, pemilih dapat meminta surat pengganti ke Ketua KPPS maksimal satu kali.
  • Setelah itu, pemilih bisa menuju ke bilik suara dan menggunakan hak pilihnya dengan mencoblos surat suara menggunakan paku di atas meja yang sudah disediakan
  • Melipat kembali surat suara sehingga tanda tangan Ketua KPPS tetap terlihat dan tanda coblos tidak tampak
  • Masukkan surat suara ke dalam kotak suara masing-masing jenis pemilu
  • Jangan lupa mencelupkan satu jari ke dalam tinta yang sudah disediakan petugas KPPS. Pastikan seluruh bagian kuku terkena tinta sebelum keluar dari TPS
  • Bagi pemilih disabilitas, pemilih diberikan tanda khusus di tangan atau bagian tubuh lainnya.

Itulah beberapa hal yang dilarang dilakukan saat mencoblos di TPS dan tata cara mencoblos pada Pemilu 2024.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com