Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tips Mengiris Bawang Merah Tanpa Menangis

Kompas.com - 02/06/2022, 16:05 WIB
Inten Esti Pratiwi

Penulis

KOMPAS.com - Mengiris bawang merah tanpa menangis adalah tantangan dunia dapur yang tak kunjung selesai.

Tiap kali mengiris bawang merah, dijamin mata kita akan perih hingga menangis alias mengeluarkan air mata.

Dilansir dari The Conversation, bawang merah yang digunakan sebagai bahan penyedap masakan memiliki zat kimia yang akan terlepas ke udara ketika kita mengirisnya.

Zat kimia inilah yang akan mengiritasi mata, memicu air mata untuk keluar.

Mengapa bawang merah "membuat" kita menangis? Dan bagaimana cara mengiris bawang merah tanpa menangis?

Baca juga: 5 Hama yang Suka Menyerang Tanaman Bawang Merah dan Cara Menanganinya

Mengapa bawang merah bikin menangis

Bawang merah sendiri terdiri dari sebagian besar cairan, gula, dan vitamin. Selain itu bawang merah juga mengandung sulfur, senyawa kimia berbau menyengat yang juga terdapat pada bawang putih.

Senyawa menyengat ini adalah senjata tanaman, digunakan oleh mereka untuk mengusir hama yang berusaha memakan bagian dari daun, buah dan biji tanaman.

Masih dalam sumber yang sama, The Conversation, sulfur dalam bawang merah bernama propyl sulfoxide. 

Propyl sulfoxide ini akan memguar ke udara ketika kita mengiris daging bawang merah. Ketika bercampur dengan kelembaban atau cairan, seperti uap air di udara atau cairan di mata, senyawa ini akan berubah menjadi asam sulfur.

Karena membawa aroma kuat dan mengiritasi mata, maka mata akan mengeluarkan air mata untuk mengusir propyl sulfoxide ini pergi.

Begitulah cara bawang merah membuat kita menangis, mengeluarkan air mata tanpa henti selama beberapa menit lamanya.

Baca juga: Tak Hanya Tumbuh di Ladang, Bawang Merah juga Bisa Ditanam di Dalam Pot

Tips mengiris bawang merah tanpa menangis

Dilansir dari CNET,  bagian dari bawang merah yang banyak mengandung senyawa sulfur adalah bagian bawah bawang yang ditumbuhi oleh serabut atau akar.

Jadi agar tak mengeluarkan banyak air mata, jangan menyentuh bagian bawah dari bawang merah tersebut.

Jadi iris dulu bagian bawah bawang merah, kemudian singkirkan. Kemudian baru iris tipis bagian lain yang tak mengandung banyak senyawa sulfur.

Cara kedua, adalah dengan menggunakan pelindung mata seperti kacamata. Kacamata akan mencegah senyawa sulfur terlalu banyak masuk ke dalam mata.

Penggunaan lensa kontak pun dinyatakan bisa mengurangi efek perih dari irisan bawang merah.

Cara selanjutnya, adalah memasukkan bawang merah ke lemari pendingin sebelum mengirisnya.

The National Onion Association merekomendasikan untuk mendinginkan bawang merah selama 30 menit sebelum mengirisnya.

Hawa dingin akan menekan senyawa sulfur, sehingga ketika bawang merah diiris ia tak akan melepaskan terlalu banyak senyawa sulfur.

Selain mendinginkan bawang putih, tajamkan pula pisau dapur Anda. Karena pisau yang tak tajam tak bisa mengiris bawang secara cepat, sehingga akan membuat senyawa sulfur lebih banyak keluar.

Terakhir, agar air mata tak keluar, irislah bawang merah di bawah kipas angin. Aliran udara yang kuat akan membuat senyawa sulfur tak langsung masuk ke dalam kelopak mata Anda.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Catat, Ini 4 Suplemen yang Bisa Sebabkan Kepala Pusing

Catat, Ini 4 Suplemen yang Bisa Sebabkan Kepala Pusing

Tren
Cerita Ed Dwight, Butuh 60 Tahun Sebelum Wujudkan Mimpi Terbang ke Luar Angkasa

Cerita Ed Dwight, Butuh 60 Tahun Sebelum Wujudkan Mimpi Terbang ke Luar Angkasa

Tren
Kisah Bocah 7 Tahun di Nepal Tak Sengaja Telan Pensil Sepanjang 10 Cm

Kisah Bocah 7 Tahun di Nepal Tak Sengaja Telan Pensil Sepanjang 10 Cm

Tren
Lulusan SMK Sumbang Pengangguran Terbanyak, Menaker: Selama Ini Memang 'Jaka Sembung'

Lulusan SMK Sumbang Pengangguran Terbanyak, Menaker: Selama Ini Memang "Jaka Sembung"

Tren
Penelitian Ungkap Mikroplastik Sekarang Terdeteksi di Testis Manusia

Penelitian Ungkap Mikroplastik Sekarang Terdeteksi di Testis Manusia

Tren
Kuning Telur Direbus hingga Keabuan Disebut Tidak Sehat, Benarkah?

Kuning Telur Direbus hingga Keabuan Disebut Tidak Sehat, Benarkah?

Tren
Presiden Iran Meninggal, Apa Pengaruhnya bagi Geopolitik Dunia?

Presiden Iran Meninggal, Apa Pengaruhnya bagi Geopolitik Dunia?

Tren
Tanda Seseorang Kemungkinan Psikopat, Salah Satunya dari Gerakan Kepala

Tanda Seseorang Kemungkinan Psikopat, Salah Satunya dari Gerakan Kepala

Tren
5 Pillihan Ikan untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Bantu Tubuh Lebih Sehat

5 Pillihan Ikan untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Bantu Tubuh Lebih Sehat

Tren
Apakah Masyarakat yang Tidak Memiliki NPWP Tak Perlu Membayar Pajak?

Apakah Masyarakat yang Tidak Memiliki NPWP Tak Perlu Membayar Pajak?

Tren
BMKG: Inilah Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 21-22 Mei 2024

BMKG: Inilah Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 21-22 Mei 2024

Tren
[POPULER TREN] Kasus Covid-19 di Singapura Naik Hampir Dua Kali Lipat | Ayah dan Anak Berlayar Menuju Tempat Terpencil di Dunia

[POPULER TREN] Kasus Covid-19 di Singapura Naik Hampir Dua Kali Lipat | Ayah dan Anak Berlayar Menuju Tempat Terpencil di Dunia

Tren
Apa Perbedaan Presiden dan Pemimpin Tertinggi di Iran?

Apa Perbedaan Presiden dan Pemimpin Tertinggi di Iran?

Tren
Jadwal dan Susunan Peringatan Waisak 2024 di Borobudur, Ada Festival Lampion

Jadwal dan Susunan Peringatan Waisak 2024 di Borobudur, Ada Festival Lampion

Tren
Berkaca dari Kasus Wanita Diteror Teman Sekolah di Surabaya, Apakah Stalker atau Penguntit Bisa Dipidana?

Berkaca dari Kasus Wanita Diteror Teman Sekolah di Surabaya, Apakah Stalker atau Penguntit Bisa Dipidana?

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com