Apa yang Dimaksud Anies soal Fase Genting Covid-19 Jakarta?

Kompas.com - 15/06/2021, 20:02 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menggelar apel di Lapangan Blok S, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (13/6/2021). Anies turut didampingi Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji. KOMPAS.com/NIRMALA MAULANA ACHMADGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menggelar apel di Lapangan Blok S, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (13/6/2021). Anies turut didampingi Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji.

KOMPAS.com – Saat ini wilayah Jakarta disebut memasuki fase genting akibat penyebaran Covid-19.

Hal tersebut sebagaimana dikatakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Jakarta memasuki fase amat genting,” ujar Anies seperti dikutip dari Kompas.com, Senin (14/6/2021).

Lantas, apa yang dimaksud Jakarta memasuki fase genting penyebaran Covid-19?

Baca juga: Apa Itu Varian Covid-19 Alpha, Beta, dan Delta? Berikut Gejalanya

Fase genting

Penyebutan fase genting yang disampaikan oleh Anies adalah adanya lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi secara signifikan yang dialami Jakarta belakangan ini.

Anies menyebut, usai libur Lebaran 2021 ini apabila tak dilakukan pengambilan tindakan guna menekan penularan Covid-19 maka Jakarta berpotensi mengalami kesulitan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut dia, kondisi ini berpotensi menyebabkan fasilitas kesehatan di DKI Jakarta akan kembali kolaps sebagaimana pada Februari 2021 lalu.

"Bila kita tidak melakukan tindakan, maka kita berpotensi menghadapi kesulitan karena fasilitas kesehatan mungkin akan menghadapi jumlah yang tak terkendali apabila pasien, apabila orang yang harus ditangani meningkat secara drastis," ucap dia.

Pihaknya menyampaikan selama dua pekan terakhir data keterisian tempat tidur isolasi dan ICU pasien Covid-19 melonjak dalam dua pekan terakhir.

Baca juga: Bertambah Lagi, Ini Daftar Terbaru 29 Daerah Zona Merah Covid-19

Keterisian rumah sakit capai 75 persen

Ia menyebut saat ini bed occupancy rate (BOR) di DKI sudah mencapai 75 persen dari kapasitasnya.

Adapun kasus aktif meningkat 50 persen dalam sepekan terakhir.

"Kasus aktif di Jakarta tanggal 6 Juni 11.500, dan hari ini menjadi 17.400, dalam seminggu mengalami penambahan 50 persen," kata dia.

Lonjakan kasus Covid-19 juga mulai terlihat pada membludaknya pasien di RSD Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Pada Selasa (15/6/2021) pukul 08.00 WIB, jumlah pasien di RS Wisma Atlet telah mencapai setidaknya 5.400 orang.

Baca juga: Studi: Varian Delta Meningkatkan Risiko Rawat Inap Pasien Covid-19


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X