Kompas.com - 09/05/2021, 12:52 WIB
Petugas dari Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sumatera Selatan memantau hilal di lantai 7 Gedung Universitas Islam Negeri (UIN) Palembang, Senin (12/4/2021). Dari pantauan tersebut, petugas tak dapat melihat hilal lantaran tertutup awan. Pemerintah melalui Kemenag RI telah memutuskan awal puasa atau 1 Ramadhan 1442 Hijriah di Indonesia jatuh pada Selasa (13/4/2021). KOMPAS.com / AJI YK PUTRAPetugas dari Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sumatera Selatan memantau hilal di lantai 7 Gedung Universitas Islam Negeri (UIN) Palembang, Senin (12/4/2021). Dari pantauan tersebut, petugas tak dapat melihat hilal lantaran tertutup awan. Pemerintah melalui Kemenag RI telah memutuskan awal puasa atau 1 Ramadhan 1442 Hijriah di Indonesia jatuh pada Selasa (13/4/2021).

KOMPAS.com - Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat penentuan 1 Syawal 1442 Hijriah.

Rencananya, Kemenag bakal menggelar sidang isbat pada Selasa (11/5/2021), bertepatan dengan 29 Ramadhan 1442 Hijriah.

Masyarakat juga bisa menyaksikan secara langsung sidang isbat melalui berbagai saluran Kemenag.

Baca juga: Apakah Hantaran atau Parsel Lebaran Termasuk Gratifikasi? Ini Kata KPK

Kepala Seksi Humas Kemenag Khoiron Durori mengatakan, sidang isbat dapat disaksikan langsung secara daring maupun luring di TVRI pada pukul 16.45 WIB.

"Nanti bisa dilihat di TVRI (TV Pool) atau melalui channel  YouTube Kemenag RI. Acara mulai 16.45 WIB rencananya," ujar Khoiron saat dihubungi Kompas.com, Minggu (9/5/2021).

Selain melalui TVRI, Kemenag juga akan menayangkan live streaming melalui akun media sosial Kemenag. 

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sidang isbat dipimpin oleh Menag

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas dijadwalkan akan memimpin langsung sidang isbat.

Dalam situasi pandemi, sidang isbat dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan sehingga tidak semua perwakilan hadir secara fisik di Kantor Kementerian Agama.

Khoiron mengatakan, sesuai protokol kesehatan, undangan untuk menghadiri sidang dibatasi.

Sidang hanya dihadiri Menag dan Wamenag, Majelis Ulama Indonesia, Komisi VIII DPR, serta sejumlah Dubes negara sahabat dan perwakilan ormas.

Baca juga: Aturan Naik Kereta Api di Masa Larangan Mudik Lebaran 2021

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengapa Hujan Masih Turun meski Musim Kemarau? Ini Penjelasan Lapan

Mengapa Hujan Masih Turun meski Musim Kemarau? Ini Penjelasan Lapan

Tren
Penjelasan Mabes Polri soal Bikin SIM dan SKCK Wajib Lampirkan Sertifikat Vaksinasi Covid-19

Penjelasan Mabes Polri soal Bikin SIM dan SKCK Wajib Lampirkan Sertifikat Vaksinasi Covid-19

Tren
Hujan Deras Saat Kemarau, 5 Daerah Ini Terendam Banjir

Hujan Deras Saat Kemarau, 5 Daerah Ini Terendam Banjir

Tren
Duduk Perkara Transfer Tiba-tiba Uang Rp 1,5 Juta Sempat Disebut dari Pinjol, Ini Faktanya

Duduk Perkara Transfer Tiba-tiba Uang Rp 1,5 Juta Sempat Disebut dari Pinjol, Ini Faktanya

Tren
Sejarah Hari Janda Internasional dan Sosok Shrimati Pushpa Wati Loomba

Sejarah Hari Janda Internasional dan Sosok Shrimati Pushpa Wati Loomba

Tren
WHO: Negara Miskin Kehabisan Stok Vaksin untuk Program Vaksinasi

WHO: Negara Miskin Kehabisan Stok Vaksin untuk Program Vaksinasi

Tren
Besok Ada Strawberry Supermoon, Cek Waktu Puncak dan Cara Melihatnya

Besok Ada Strawberry Supermoon, Cek Waktu Puncak dan Cara Melihatnya

Tren
UPDATE Corona 23 Juni: 5 Negara Kasus Tertinggi | WHO Prihatin dengan Pelonggaran di Euro 2020

UPDATE Corona 23 Juni: 5 Negara Kasus Tertinggi | WHO Prihatin dengan Pelonggaran di Euro 2020

Tren
Masjid dan Mushala Diharapkan Terdaftar di Kemenag, Apa Manfaatnya?

Masjid dan Mushala Diharapkan Terdaftar di Kemenag, Apa Manfaatnya?

Tren
[POPULER TREN] Penjelasan BMKG soal Suhu Dingin di Jakarta | Provinsi Kasus Corona Terbanyak

[POPULER TREN] Penjelasan BMKG soal Suhu Dingin di Jakarta | Provinsi Kasus Corona Terbanyak

Tren
Kasus Uang Rp 1,5 Juta Tiba-tiba Masuk Rekening Bukan dari Pinjol, Ini Klarifikasi PT Syaftraco

Kasus Uang Rp 1,5 Juta Tiba-tiba Masuk Rekening Bukan dari Pinjol, Ini Klarifikasi PT Syaftraco

Tren
Ivermectin Belum Teruji Klinis untuk Pengobatan Covid-19, Ini Faktanya

Ivermectin Belum Teruji Klinis untuk Pengobatan Covid-19, Ini Faktanya

Tren
Ramai “Google Terus Berhenti” di Ponsel Android, Ini Diduga Penyebabnya

Ramai “Google Terus Berhenti” di Ponsel Android, Ini Diduga Penyebabnya

Tren
Kronologi Nasabah Tiba-tiba Ditransfer Uang Rp 1,5 juta, Sempat Diduga dari Pinjol

Kronologi Nasabah Tiba-tiba Ditransfer Uang Rp 1,5 juta, Sempat Diduga dari Pinjol

Tren
Viral, Video 'Mobil Goyang' Saat Isi Bensin, Apa Sih Manfaatnya?

Viral, Video "Mobil Goyang" Saat Isi Bensin, Apa Sih Manfaatnya?

Tren
komentar
Close Ads X