Kapan dan di Mana Roket China Akan Jatuh ke Bumi? Ini Prediksi Terbarunya

Kompas.com - 09/05/2021, 11:22 WIB
Foto yang diambil pada 23 April 2021 memperlihatkan roket Long March 5B, yang bakal meluncurkan modul stasiun luar angkasa milik China Tianhe di Situs Peluncuran Wenchang. AFP PHOTO/CHINA NEWS SERVICE/STRFoto yang diambil pada 23 April 2021 memperlihatkan roket Long March 5B, yang bakal meluncurkan modul stasiun luar angkasa milik China Tianhe di Situs Peluncuran Wenchang.

KOMPAS.com - Roket Long March 5B milik China yang diluncurkan pada 29 April 2021 di Pusat Peluncuran Luar Angkasa Wenchang, kembali memasuki atmosfer Bumi dan diprediksi akan jatuh pada akhir pekan ini.

Para ahli masih terus membuat perhitungan atau perkiraan di mana dan kapan persisnya puing-puing roket berukuran panjang 98 kaki (29,8 meter), lebar 16,5 kaki (5 meter), dan berat 21 metrik ton itu akan sampai di permukaan Bumi.

Keadaan roket yang masuk kembali ke atmosfer Bumi secara tidak terkendali membuat para ahli khawatir akan adanya dampak kerusakan atau kerugian yang ditimbulkan.

Baca juga: Roket China Jatuh Tanpa Kendali, Bisa Jatuh Besok di Wilayah Berpenghuni

Misalnya, jika puing-puing roket ini jatuh di kawasan pemukiman, atau wilayah yang terdapat kegiatan manusia.

Prediksi terbaru kapan dan di mana roket akan jatuh

Prediksi terbaru dari perusahaan riset yang didanai The Aerospace Corporation menyebutkan,  roket ini akan jatuh pada Minggu (9/5/2021) pukul 03.02 UTC ± 2 jam. Jika dikonversikan dalam WIB, maka sekitar pukul 10.02 WIB ± 2 jam.

Mengutip Time, Rabu (5/5/2021), puing-puing dari Long March 5B berpotensi tersebar di Samudera Atlantik atau Eropa atau Rusia atau Afrika atau di satu titik di tengah kota Manhattan.

Titik prediksi jatuh dari roket ini memang masih sangat luas karena bukan urusan sederhana untuk menebak dengan tepat di mana roket ini akan kembali masuk ke atmosfer Bumi.

Perlu perhitungan yang rinci dan waktu yang tepat. Jika melenceng sedikit saja, maka titik jatuh yang ditentukan bisa bergeser hingga puluhan ribu kilometer.

Meski demikian, yang pasti diketahui adalah roket China ini akan segera tiba di permukaan Bumi.

Kabar baiknya, 70 persen lebih wilayah Bumi merupakan perairan atau lautan sehingga potensi untuk roket jatuh di tempat yang tidak merugikan manusia masih cukup besar.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X