Mengenal Kanker Tenggorokan, Penyebab Kematian Gitaris Eddie Van Halen

Kompas.com - 07/10/2020, 16:37 WIB
Rocker Eddie Van Halen menghadiri acara George Lopez Foundation 10th Anniversary Celebration Party di Baltaire, Los Angeles, California, pada 30 April 2017. Jerod Harris/Getty Images for George Lopez Foundation/AFPRocker Eddie Van Halen menghadiri acara George Lopez Foundation 10th Anniversary Celebration Party di Baltaire, Los Angeles, California, pada 30 April 2017.

KOMPAS.com - Salah satu gitaris terbaik di kancah musik rock, Eddie Van Halen meninggal dunia pada Selasa (6/10/2020) pagi.

Diberitakan Kompas.com, Rabu (7/10/2020) Eddie Van Halen meninggal pada usia 65 tahun, setelah berjuang melawan kanker tenggorokan yang dideritanya selama bertahun-tahun.

Kematian Eddie diumumkan oleh putranya, Wolf Van Halen, melalui akun Twitter-nya @WolfVanHalen.

Sebuah sumber yang dikutip People mengatakan, kondisi Eddie Van Halen merosot tajam dalam tiga hari terakhir. Sementara itu TMZ melaporkan, kanker yang diidap Eddie Van Halen telah menyebar ke otak.

Menurut TMZ, pria berdarah Indonesia itu mengembuskan napas terakhir di Santa Monica.
Pada saat-saat terakhirnya dia didampingi Janie, istrinya, Wolf, dan Alex Van Halen kakaknya.

Eddie Van Halen berjuang melawan kanker tenggorokan selama lebih dari 10 tahun.

Baca juga: Profil Eddie Van Halen, Rocker Legendaris Putra Perempuan Rangkasbitung

Kanker tenggorokan

Melansir Healthline, Rabu (7/10/2020) kanker tenggorokan mengacu pada kanker kotak suara, pita suara, dan bagian lain dari tenggorokan, seperti amandel dan orofaring.

Kanker tenggorokan relatif jarang terjadi dibandingkan dengan kanker lainnya. Berdasarkan data dari National Cancer Institute (NCI) Amerika Serikat:

  • Sekitar 1,2 persen orang dewasa di AS didiagnosis dengan rongga mulut dan kanker faring dalam hidup mereka.
  • Sekitar 0,3 persen orang dewasa di AS dengan kanker laring dalam hidup mereka.

Kanker tenggorokan cukup sulit dideteksi pada tahap awal. Tanda dan gejala umum kanker tenggorokan meliputi:

  • Perubahan suara
  • Kesulitan menelan (disfagia)
  • Penurunan berat badan
  • Sakit tenggorokan
  • Kebutuhan konstan untuk membersihkan tenggorokan (berdeham, mengeluarkan dahak)
  • Batuk terus-menerus (bisa disertai batuk darah)
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher
  • Mengi (suara bernada tinggi saat bernapas)
  • Sakit telinga
  • Suara serak

Jika salah satu gejala di atas muncul, dan tidak kunjung membaik dalam dua-tiga minggu, segera hubungi dokter untuk melakukan pemeriksaan.

Baca juga: Duka Para Musisi Kenang Kepergian Eddie Van Halen

Halaman:

Sumber Healthline
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X