Anggotanya Disebut Sering Palak Sopir dengan Golok, Ini Penjelasan Dishub Kota Bekasi

Kompas.com - 21/01/2020, 10:58 WIB
Tangkapan layar dari sebuah unggahan viral di media sosial Facebook yang menyebut salah satu anggota Dishub Kota Bekasi sering palak sopir menggunakan golok. FACEBOOK/GILANG PRATAMA PRATAMATangkapan layar dari sebuah unggahan viral di media sosial Facebook yang menyebut salah satu anggota Dishub Kota Bekasi sering palak sopir menggunakan golok.

"Masak sampe ke Pulo Gadung? kalo di Pulo Gadung pasti ada Dishub DKI, pasti nanti juga akan jadi masalah," katanya setengah bertanya.

Pihaknya juga menyayangkan akan kejadian ini, pasalnya pengunggah membawa-bawa nama institusi yakni Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi.

Untuk itu, ia dan Komarudin akan melaporkan kejadian ini ke Polres Metro Bekasi Kota agar dapat diselidiki apa motifnya.

"Walaupun sudah dihapus, kita tetap akan melakukan tindakan secara hukum menyikapi hal ini. Kan masuk pelanggaran UU ITE," jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga merasa tidak enak dengan rekan-rekan di Dishub DKI Jakarta, seolah-olah Dishub Kota Bekasi berani melakukan tindakan yang di luar wilayahnya.

Lebih lanjut, pihaknya berharap agar pihak yang berwajib dapat menelusuri hal ini dan mengungkap kejadian yang sesungguhnya.

Baca juga: Viral Anggota Dishub Disebut Cari-cari Kesalahan, Ini Penjelasannya

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bikin Masker Sendiri di Rumah, Ini Bahan yang Paling Baik Menurut Penelitian

Bikin Masker Sendiri di Rumah, Ini Bahan yang Paling Baik Menurut Penelitian

Tren
 4 Kepala Negara yang Sumbangkan Gaji Perangi Covid-19, dari Donald Trump hingga Erdogan

4 Kepala Negara yang Sumbangkan Gaji Perangi Covid-19, dari Donald Trump hingga Erdogan

Tren
Kemenag Terbitkan Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri Saat Pandemi Corona

Kemenag Terbitkan Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri Saat Pandemi Corona

Tren
Ingin Membuat Masker Kain Rumahan? Coba Tutorial Ini!

Ingin Membuat Masker Kain Rumahan? Coba Tutorial Ini!

Tren
Angka Kematian Akibat Corona di Jerman Rendah, Ini Beberapa Alasannya

Angka Kematian Akibat Corona di Jerman Rendah, Ini Beberapa Alasannya

Tren
Jadi Rumah Sakit Rujukan Covid-19, Pertamina Siapkan 52 Kamar Hotel untuk Tenaga Medis

Jadi Rumah Sakit Rujukan Covid-19, Pertamina Siapkan 52 Kamar Hotel untuk Tenaga Medis

Tren
Amankah Donor Darah Saat Pandemi Virus Corona? Ini Penjelasan PMI

Amankah Donor Darah Saat Pandemi Virus Corona? Ini Penjelasan PMI

Tren
Dampak Virus Corona, Kasus KDRT di Dunia Meningkat akibat Covid-19

Dampak Virus Corona, Kasus KDRT di Dunia Meningkat akibat Covid-19

Tren
Kucing Disebut Dapat Tertular Virus Corona, Ahli: Belum Tentu Menular ke Manusia

Kucing Disebut Dapat Tertular Virus Corona, Ahli: Belum Tentu Menular ke Manusia

Tren
Bagaimana Cara Melindungi Hewan Peliharaan dari Infeksi Virus Corona?

Bagaimana Cara Melindungi Hewan Peliharaan dari Infeksi Virus Corona?

Tren
2.491 Orang Positif Covid-19 di Indonesia, Ini Rincian Kasus di 32 Provinsi

2.491 Orang Positif Covid-19 di Indonesia, Ini Rincian Kasus di 32 Provinsi

Tren
Update Virus Corona di Dunia, Berikut 10 Negara dengan Kasus Tertinggi

Update Virus Corona di Dunia, Berikut 10 Negara dengan Kasus Tertinggi

Tren
Kasus Infeksi Melonjak, Jepang Umumkan Status Darurat Nasional Virus Corona

Kasus Infeksi Melonjak, Jepang Umumkan Status Darurat Nasional Virus Corona

Tren
Wajib Pakai Masker, Cermati 5 Hal Ini jika Gunakan Masker Kain

Wajib Pakai Masker, Cermati 5 Hal Ini jika Gunakan Masker Kain

Tren
Berikut Penjelasan Kenapa Masa Karantina Corona Harus Dilakukan 14 Hari

Berikut Penjelasan Kenapa Masa Karantina Corona Harus Dilakukan 14 Hari

Tren
komentar
Close Ads X