Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Apakah Isolasi Mandiri Bisa Diakhiri Lebih Cepat dengan PCR?

KOMPAS.com - Pasien Covid-19 di Tanah Air dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan adanya peningkatan signifikan.

Peningkatan kasus harian kembali tinggi seperti saat varian Delta menyerang Indonesia.

Tidak semua pasien Covid-19 yang terinfeksi varian Omicron dirawat di rumah sakit. Ada juga yang melakukan isolasi mandiri.

Isolasi mandiri dan PCR

Lantas, apakah isolasi mandiri bisa dipercepat dengan PCR, dan seperti apa ketentuannya?

Dokter umum sekaligus kandidat PhD di Medical Science di Kobe University, Adam Prabata menjelaskan, isolasi mandiri bisa diakhiri lebih cepat dengan PCR.

"Bisa kok kalau sesuai surat edaran Kemenkes," kata Adam saat dihubungi Kompas.com, Minggu (6/2/2022).

Akan tetapi, tes PCR yang dilakukan bukan atas inisiatif sendiri, melainkan ada ketentuannya.

Ketentuan itu tercantum di Surat Edaran Nomor HK.02.01/MENKES/18/2022
tentang Pencegahan dan Pengendalian Kasus Covid-19 Varian Omicron (B.1.1.529).

"Harus perbaikan kondisi klinis dulu baru boleh dan paling cepat hari kelima," kata Adam.

Selain itu, kata dia, tes PCR juga harus dilakukan pada hari kelima dan keenam dengan selang waktu 24 jam serta menunjukkan dua kali berturut-turut hasil negatif atau Ct>35.

"PCR-nya juga harus 2 kali berurutan negatif dengan jeda minimal 24 jam," tutur Adam.

Saat disinggung terkait lamanya waktu isolasi mandiri, Adam menjelaskan, berdasarkan SE tersebut, bagi pasien Covid-19 Omicron yang tidak bergejala (asimptomatik) melakukan isolasi mandiri selama minimal 10 hari sejak swab positif Covid-19.

Lalu pada pasien yang bergejala, isolasi dilakukan selama 10 hari sejak muncul gejala ditambah dengan sekurang-kurangnya 3 hari bebas gejala demam dan gangguan pernapasan.

"Dengan demikian untuk kasus-kasus yang mengalami gejala selama 10 hari atau kurang harus menjalani isolasi selama 13 hari," kata dia.

Jika masih terdapat gejala setelah hari ke-10, maka isolasi mandiri masih tetap dilanjutkan sampai dengan hilangnya gejala tersebut ditambah 3 hari.

Apakah bisa mengakhiri isolasi mandiri tanpa tes PCR?

Adam mengatakan boleh mengakhiri isolasi mandiri tanpa tes PCR jika sudah menjalankan isolasi sesuai batas waktu yang ditetapkan.

Hal itu berlaku untuk pasien tidak bergejala maupun yang bergejala.

"Boleh. Yang bergejala juga tidak perlu PCR lagi kalau memang sudah sesuai perhitungan waktunya," kata Adam.

Diketahui, dalam Surat Edaran Kemenkes No HK.02.01/Menkes/18/2022 yang diteken Menkes Budi Gunadi Sadikin pada 17 Januari 2022 dijelaskan bahwa pasien Omicron bisa dirawat di rumah sakit, bisa pula isolasi mandiri di rumah.

Hal ini bergantung pada kondisi dan tingkat keparahan gejala yang ditunjukkan pasien.

Berikut rinciannya:

Bagi pasien yang hendak melakukan isolasi mandiri harus memenuhi syarat klinis dan syarat rumah sebagai berikut:

  1. Syarat klinis dan perilaku
  2. Usia kurang dari 45 tahun;
  3. Tidak memiliki komorbid;
  4. Dapat mengakses telemedisin atau layanan kesehatan lainnya; dan
  5. Berkomitmen untuk tetap diisolasi sebelum diizinkan keluar.

Syarat rumah dan peralatan pendukung lainnya

  1. Dapat tinggal di kamar terpisah, lebih baik lagi jika lantai terpisah;
  2. Ada kamar mandi di dalam rumah terpisah dengan penghuni rumah lainnya;
  3. Dan dapat mengakses pulse oksimeter.

Sebagaimana bunyi surat edaran, jika pasien tidak memenuhi syarat klinis dan syarat rumah, maka harus melakukan isolasi di fasilitas isolasi terpusat.

https://www.kompas.com/tren/read/2022/02/06/133000665/apakah-isolasi-mandiri-bisa-diakhiri-lebih-cepat-dengan-pcr-

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke