Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

450 Bus Shalawat Siap Antar Jemaah Haji di Mekkah, Ini 22 Rutenya

Kompas.com - 25/05/2024, 16:30 WIB
Khairina,
Ahmad Naufal Dzulfaroh

Tim Redaksi

MEKKAH, KOMPAS.com - Pemerintah mengoperasikan Bus Shalawat untuk memudahkan jemaah haji Indonesia yang akan beribadah di Masjidil Haram, Mekkah.

Kepala Bidang Transportasi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Mujib Roni mengatakan, pada musim haji 1445 H/2024 M ini, pemerintah menyiapkan total 450 Bus Shalawat yang akan melayani jemaah di Makkah.

Bus shalawat ini adalah layanan transportasi yang mengantar jemaah dari pemondokan menuju Masjidil Haram dan sebaliknya dan beroperasi selama 24 jam.

“Kami juga menyediakan 76 halte, untuk 22 rute bus. Ini terdapat di lima wilayah pemondokan jemaah haji Indonesia, yaitu di Syisyah, Raudhah, Jarwal, Misfalah, dan Rei Bakhsy,” tutur Mujib, seperti dilaporkan jurnalis Kompas.com anggota Media Center Haji (MCH) 2024, Khairina.

“Jemaah juga tidak perlu khawatir, karena Bus Shalawat ini beroperasi selama 24 jam,” imbuhnya.

Baca juga: Jelang Puncak Haji Bus Shalawat Berhenti Sementara, Catat Jadwalnya

 

Baca juga: Garuda Indonesia Minta Maaf Usai Mesin Pesawat Pengangkut Jemaah Haji Rusak 2 Kali

22 rute bus shalawat

Adapun 22 rute Bus Shalawat yang akan melayani jemaah selama di Kota Mekkah, sebagai berikut:

  • Rute 1: Syisyah – Syib Amir (dengan penanda rute berwarna hijau) melayani jemaah yang berada di Sektor 3, dengan nomor pemondokan: 303,304,305,306, 307, 308, 320, 321, dan 322.
  • Rute 2: Syisyah – Syib Amir (dengan penanda rute berwarna kuning) melayani jemaah yang berada di Sektor 2 dan 3, dengan nomor pemondokan: 309, 310,311,312, 313, 314, 315, 316, 317, 214, 215,216, dan 217.
  • Rute 3: Syisyah – Syib Amir (dengan penanda rute berwana hijau muda) melayani jemaah yang berada di Sektor 1 dan 2, dengan nomor pemondokan: 101,102,103, 104, 105, 106, 107, 108, 109, 110, 111, 112, 113, 114, 115, 116, 117, 117, 118, 119, 120, 121, 122, 123, 124, 125, 201, 202, 203, 204, 205, 206, 207, 208, 209, 210, 211, 212, dan 213.
  • Rute 4: Syisyah – Syib Amir (dengan penanda rute berwarna merah) melayani jemaah yang berada di Sektor 3, dengan nomor pemondokan: 318, 319, dan 323.
  • Rute 5: Syisyah – Syib Amir (dengan penanda rute berwarna abu-abu) melayani jemaah yang berada di Sektor 1, dengan nomor pemondokan: 126, 127, 128, dan 129.
  • Rute 6: Syisyah – Syib Amir (dengan penanda rute berwarna ungu) melayani jemaah yang berada di Sektor 1, dengan nomor pemondokan: 130
  • Rute 7: Raudhah – Syib Amir (dengan penanda rute warna biru langit) melayani jemaah yang berada di Sektor 4, dengan nomor pemondokan: 410, 409, 408, 407, 406, 405, 404, 403, 402, 401, dan 418.
  • Rute 8: Raudhah – Syib Amir (dengan penanda rute berwarna hijau) melayani jemaah yang berada di Sektor 4 dan 5, dengan nomor pemondokan: 417, 416, 415, 414, 413, 501, 502, 503, 504, 505, 506, 511, 412, dan 411.
  • Rute 9: Raudhah – Syib Amir (dengan penanda rute berwarna hijau tosca) melayani jemaah yang berada di Sektor 5 dengan nomor pemondokan: 507, 508, 509, 510, 512, 513, dan 514.
  • Rute 10: Raudhah – Syib Amir (dengan penanda rute berwarna kuning muda) melayani jemaah yang berada di Sektor 3 dengan nomor pemondokan: 301 dan 302.
  • Rute 11: Jarwal – Syib Amir (dengan penanda rute berwarna hijau) melayani jemaah yang berada di Sektor 8 dengan nomor pemondokan: 809, 810, dan 811.
  • Rute 12: Jarwal – Syib Amir (dengan penanda rute berwarna ungu) melayani jemaah yang berada di Sektor 8 dengan nomor pemondokan: 804, 805, 806, 807, dan 808.
  • Rute 13: Jarwal – Syib Amir (dengan penanda rute berwarna kuning) melayani jemaah yang berada di Sektor 8 dengan nomor pemondokan: 802
  • Rute 14: Jarwal – Syib Amir (dengan penanda rute berwarna biru) melayani jemaah yang berada di Sektor 7 dan 8 dengan nomor pemondokan: 701, 702, dan 801.
  • Rute 15: Jarwal – Syib Amir (dengan penanda rute berwarna biru) melayani jemaah yang berada di Sektor 6 dengan nomor pemondokan: 601,602, 603, dan 604.
  • Rute 16: Jarwal – Syib Amir (dengan penanda rute berwarna abu-abu) melayani jemaah yang berada di Sektor 6 dengan nomor pemondokan: 605, 606, 607, 608, 609, 610, 611, 612, 613, dan 614.
  • Rute 17: Misfalah – Jiad (dengan penanda rute berwarna oranye) melayani jemaah yang berada di Sektor 9 dengan nomor pemondokan: 908, 909, 910, 911, 1001, 1002, 1003, 1004, 1005, 1006, 1007, dan 1008.
  • Rute 18: Misfalah – Jiad (dengan penanda rute berwarna kuning) melayani jemaah yang berada di Sektor 9 dan 10 dengan nomor pemondokan: 912, 913, 914, 915, 916, 1009,1010, 1011, 1012, 1013, dan 1014.
  • Rute 19: Misfalah – Jiad (dengan penanda rute berwarna biru) melayani jemaah yang berada di Sektor 9 dengan nomor pemondokan: 901,902,903, 904, 905, 906, dan 907.
  • Rute 20: Rei Bakhsy – Jiad (dengan penanda rute berwarna pink) melayani jemaah yang berada di Sektor 11 dengan nomor pemondokan: 1112, 1107, 1106, 1102, dan 1101.
  • Rute 21: Rei Bakhsy – Jiad (dengan penanda rute berwarna coklat) melayani jemaah yang berada di Sektor 11 dengan nomor pemondokan: 1108, 1111, 1109, dan 1110.
  • Rute 22: Rei Bakhsy – Jiad (dengan penanda rute berwarna lilac) melayani jemaah yang berada di Sektor 11 dengan nomor pemondokan: 1103, 1104, dan 1105
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang

Terkini Lainnya

[POPULER TREN] Tiktoker Jepang Masak Cendol dengan Tauge | Cara Cek NIK Jadi NPWP atau Belum

[POPULER TREN] Tiktoker Jepang Masak Cendol dengan Tauge | Cara Cek NIK Jadi NPWP atau Belum

Tren
Kronologi Pesawat Korean Airlines Tujuan Taiwan Terjun Bebas 8.000 Meter

Kronologi Pesawat Korean Airlines Tujuan Taiwan Terjun Bebas 8.000 Meter

Tren
Peneliti Temukan Sungai Purba yang Aktif 40 Juta Tahun Lalu dan Mengalir di Bawah Antarktika

Peneliti Temukan Sungai Purba yang Aktif 40 Juta Tahun Lalu dan Mengalir di Bawah Antarktika

Tren
Video Viral Bocah Pesepeda Kena Pukul 'Driver' Ojol Saat Bikin Konten di Jalur Sepeda Jakpus

Video Viral Bocah Pesepeda Kena Pukul "Driver" Ojol Saat Bikin Konten di Jalur Sepeda Jakpus

Tren
Dukungan ke Palestina Terus Mengalir, Giliran Kuba Gugat Israel ke ICJ

Dukungan ke Palestina Terus Mengalir, Giliran Kuba Gugat Israel ke ICJ

Tren
Suhu Dieng Capai Minus 0,57 Derajat Celsius di Musim Kemarau, sampai Kapan Berlangsung?

Suhu Dieng Capai Minus 0,57 Derajat Celsius di Musim Kemarau, sampai Kapan Berlangsung?

Tren
3 Wilayah Jateng yang Berpotensi Kekeringan 24-30 Juni 2024, Mana Saja?

3 Wilayah Jateng yang Berpotensi Kekeringan 24-30 Juni 2024, Mana Saja?

Tren
Paus Fransiskus Minta Imam Persingkat Khotbah agar Umat Tidak Tertidur

Paus Fransiskus Minta Imam Persingkat Khotbah agar Umat Tidak Tertidur

Tren
Rincian Biaya Kuliah UPN Veteran Jakarta Jalur Mandiri 2024/2025

Rincian Biaya Kuliah UPN Veteran Jakarta Jalur Mandiri 2024/2025

Tren
Menlu Norwegia dan Bank Dunia Perkirakan Otoritas Palestina Akan Runtuh Tahun Ini

Menlu Norwegia dan Bank Dunia Perkirakan Otoritas Palestina Akan Runtuh Tahun Ini

Tren
Mobil Dinas TNI di Lokasi Penggerebekan Uang Palsu Rp 22 M Dipakai Warga Sipil, Ini Kata Kapuspen

Mobil Dinas TNI di Lokasi Penggerebekan Uang Palsu Rp 22 M Dipakai Warga Sipil, Ini Kata Kapuspen

Tren
Apakah Ada Denda jika Tidak Memadankan NIK-NPWP sampai 30 Juni? Ini Penjelasan DJP

Apakah Ada Denda jika Tidak Memadankan NIK-NPWP sampai 30 Juni? Ini Penjelasan DJP

Tren
Kominfo Putus Internet dari Kamboja-Filipina, Efektif Berantas Judi Online?

Kominfo Putus Internet dari Kamboja-Filipina, Efektif Berantas Judi Online?

Tren
Ubur-ubur Api Muncul di Pantai Gunungkidul, Apa yang Harus Dilakukan jika Tersengat?

Ubur-ubur Api Muncul di Pantai Gunungkidul, Apa yang Harus Dilakukan jika Tersengat?

Tren
1.301 Jemaah Haji Meninggal, Arab Saudi Bantah Gagal Jadi Tuan Rumah Ibadah Haji 2024

1.301 Jemaah Haji Meninggal, Arab Saudi Bantah Gagal Jadi Tuan Rumah Ibadah Haji 2024

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com