Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apa Itu Medan Magnet Bumi? Berikut Asal-usul dan Fungsinya

Kompas.com - 25/05/2024, 13:00 WIB
Muhammad Zaenuddin

Penulis

KOMPAS.com - Medan magnet bumi (geomagnetik) adalah medan yang dihasilkan di bagian dalam planet dan meluas ke luar angkasa, menciptakan wilayah yang dikenal sebagai magnetosfer.

Dikutip dari laman National Geographic, medan magnet bumi sangat penting bagi kehidupan manusia karena melindungi planet ini dari partikel bermuatan yang dihasilkan angin matahari.

Bumi mempunyai dua kutub, kutub geografis dan kutub magnet. Setiap ujung magnet terletak relatif dekat (sekitar 10 derajat) dengan kutub geografis Utara dan Selatan.

Baca juga: Medan Magnet Bumi Melemah, Picu Kemunculan Makhluk Aneh 500 Juta Tahun Lalu

Berbeda dengan kutub geografis, kutub magnet bumi tidak tetap dan cenderung berfluktuasi secara konstan seiring berjalannya waktu.

Fluktuasi inti dapat menyebabkan medan magnet bumi berubah lebih drastis. Sejak ditemukan, kutub utara magnet bergerak sekitar 40 kilometer per tahun ke arah barat laut.

Pembalikan kutub geomagnetik, misalnya, terjadi setiap 200.000 hingga 300.000 tahun. Akibatnya dapat mengubah lokasi magnet Kutub Utara dan Selatan.

Baca juga: Ini yang Akan Terjadi pada Bumi jika Bulan Tiba-tiba Menghilang


Penyebab adanya medan magnet bumi

Medan magnet bumi dihasilkan oleh apa yang disebut proses geodinamo, yakni proses kinesis perubahan cairan perut bumi menjadi energi magnetis.

Dilansir dari laman Space.com, agar sebuah planet dapat menghasilkan medan magnetnya sendiri melalui proses geodinamo, ia harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Planet harus berputar cukup cepat
  • Bagian dalamnya harus memiliki media cair
  • Cairan tersebut harus mempunyai kemampuan menghantarkan listrik
  • Inti harus memiliki sumber energi internal yang mendorong arus konveksi di bagian dalam cairan.

Baca juga: Ilmuwan Temukan Kemungkinan Asal-usul Medan Magnet Matahari, Berbeda dari Perkiraan

Pembangkitan medan magnet bumi terjadi jauh di dalam perut bumi, tepatnya pada lapisan yang disebut inti luar.

Di sini energi konvektif dari besi cair yang bergerak lambat diubah menjadi energi listrik dan magnet. Medan magnet kemudian menginduksi arus listrik.

Kondisi tersebut yang pada gilirannya menghasilkan medan magnetnya sendiri yang menginduksi lebih banyak arus listrik, dalam putaran umpan balik positif.

Baca juga: Dampak Badai Magnet Ekstrem di Indonesia, Sampai Kapan Terjadi?

Bagaimana medan magnet melindungi bumi?

Manfaat medan magnet bumi.iStockphoto/ttsz Manfaat medan magnet bumi.

Sebagaimana telah disebutkan bahwa fungsi utama medan magnet bumi adalah untuk melindungi planet bumi itu sendiri.

Mengutip laman NASA, medan magnet bumi melindungi planet ini dari radiasi kosmik dan partikel bermuatan yang dipancarkan matahari, yakni angin matahari (solar wind).

"Gelembung" magnet pelindung bumi dikenal dengan istilah magnetosfer. Tanpa itu, angin matahari dapat mengikis atmosfer, dan menghilangkan udara yang dibutuhkan manusia.

Baca juga: Sama-sama Logam, Mengapa Besi Dapat Menempel pada Magnet sedangkan Emas Tidak?

Magnetosfer, bersama dengan atmosfer, melindungi bumi dari partikel bermuatan matahari, meskipun ada sejumlah kecil radiasi partikulat yang sampai ke permukaan bumi.

Medan magnet juga melindungi bumi dari radiasi partikel yang dipancarkan selama peristiwa lontaran massa korona (CME) dan sinar kosmik (pecahan atom) dari luar angkasa.

Magnetosfer mengusir energi berbahaya dari Bumi dan menjebaknya di zona yang disebut sabuk radiasi Van Allen.

Dan manfaat paling nyata yang dirasakan manusia dengan adanya medan magnet bumi adalah memberikan dasar untuk navigasi dengan kompas.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Penjelasan KAI Services soal Makanan Kedaluwarsa Dijual di Gerbong Kereta

Penjelasan KAI Services soal Makanan Kedaluwarsa Dijual di Gerbong Kereta

Tren
Ikan Mola-mola Raksasa Terdampar di Pantai AS, Spesies Mola Terbesar yang Pernah Ditemukan

Ikan Mola-mola Raksasa Terdampar di Pantai AS, Spesies Mola Terbesar yang Pernah Ditemukan

Tren
Jadwal Kepulangan Jamaah Haji Indonesia 2024, Lengkap dari Aceh Sampai Makassar

Jadwal Kepulangan Jamaah Haji Indonesia 2024, Lengkap dari Aceh Sampai Makassar

Tren
Hari Tanpa Bayangan Terjadi 21 Juni 2024, Apa Dampaknya?

Hari Tanpa Bayangan Terjadi 21 Juni 2024, Apa Dampaknya?

Tren
Apa Itu Beasiswa LPDP? Berikut Sejarah dan Beberapa Programnya

Apa Itu Beasiswa LPDP? Berikut Sejarah dan Beberapa Programnya

Tren
4 Kelompok Orang yang Tak Dianjurkan Makan Pisang, Siapa Saja?

4 Kelompok Orang yang Tak Dianjurkan Makan Pisang, Siapa Saja?

Tren
Daftar PTS Penerima KIP Kuliah 2024, Bisa Kuliah Gratis dan Dapat Uang Saku

Daftar PTS Penerima KIP Kuliah 2024, Bisa Kuliah Gratis dan Dapat Uang Saku

Tren
Kisah Naufal, Peserta SNBT Tunarungu yang Diminta Lepas Alat Bantu Dengar dan Berakhir Gagal

Kisah Naufal, Peserta SNBT Tunarungu yang Diminta Lepas Alat Bantu Dengar dan Berakhir Gagal

Tren
15 Anggota Polrestabes Medan Buron Kasus Perampokan, Ini Kronologi dan Daftar Namanya

15 Anggota Polrestabes Medan Buron Kasus Perampokan, Ini Kronologi dan Daftar Namanya

Tren
Tawarkan Kursi Cawagub Jakarta untuk PKS, Koalisi Prabowo Disebut Ingin Hentikan Langkah Anies

Tawarkan Kursi Cawagub Jakarta untuk PKS, Koalisi Prabowo Disebut Ingin Hentikan Langkah Anies

Tren
Pendaftaran LPDP 2024 Tahap 2 Dibuka Hari Ini, Simak Link, Syarat, dan Cara Daftarnya

Pendaftaran LPDP 2024 Tahap 2 Dibuka Hari Ini, Simak Link, Syarat, dan Cara Daftarnya

Tren
Klasemen Sementara Euro 2024 Setelah Putaran Pertama Babak Penyisihan Grup

Klasemen Sementara Euro 2024 Setelah Putaran Pertama Babak Penyisihan Grup

Tren
Ragam Tempat Suci di Mekkah-Madinah yang Bisa Dijelajahi Jemaah Haji dan Umrah

Ragam Tempat Suci di Mekkah-Madinah yang Bisa Dijelajahi Jemaah Haji dan Umrah

Tren
Asal-usul Penamaan Hari Tasyrik dan Amalan yang Dianjurkan

Asal-usul Penamaan Hari Tasyrik dan Amalan yang Dianjurkan

Tren
Update Gunung Merapi Usai Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 1,5 Km

Update Gunung Merapi Usai Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 1,5 Km

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com