Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Daftar Gangguan Mental yang Ditanggung BPJS Kesehatan, Apa Saja?

Kompas.com - 25/05/2024, 15:00 WIB
Aditya Priyatna Darmawan,
Mahardini Nur Afifah

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memberikan sejumlah layanan kesehatan kepada masyarakat, termasuk perawatan untuk masalah kesehatan atau gangguan mental.

BPJS Kesehatan menanggung biaya perawatan gangguan mental ini kepada masyarakat yang sudah terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Asisten Deputi Komunikasi Publik dan Hubungan Masyarakat BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah memastikan tidak ada perubahan perawatan gangguan mental yang ditanggung BPJS Kesehatan, meski ada Peraturan Presiden 59 Tahun 2024 yang diteken 8 Mei 2024 lalu.

“Masih sama, tidak ada perubahan,” ujar Rizzky saat dihubungi Kompas.com, Jumat (24/5/2024).

Baca juga: Apakah Setelah Pindah Faskes, BPJS Kesehatan Bisa Langsung Digunakan?

Daftar gangguan mental yang ditanggung BPJS Kesehatan

Rizzky menyampaikan, peserta JKN berhak mendapatkan pelayanan gangguan mental, termasuk konsultasi, pemeriksaan, tindakan dari dokter umum di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan dokter spesialis jiwa di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL).

Selain itu, peserta JKN juga bisa mendapatkan layanan rawat inap, pemeriksaan penunjang (seperti pemeriksaan laboratorium, radiologi, dll), obat-obatan, hingga rehabilitasi medis untuk masalah kesehatan mental.

Adapun contoh gangguan mental yang ditanggung BPJS Kesehatan seperti:

  • Gangguan mood
  • Gangguan psikotik
  • Gangguan disosiatif
  • Gangguan kecemasan
  • Bipolar disorder
  • Obsessive compulsive disorder (OCD)
  • Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD)
  • Post-traumatic stress disorder (PTSD)
  • Depresi
  • Skizofrenia.

Meski begitu, Ia menekankan bahwa gangguan mental yang ditanggung BPJS Kesehatan tidak terbatas pada yang sudah disebutkan di atas.

Adapun biaya yang ditanggung BPJS Kesehatan, ungkap Rizzky, tidak ada batasan maksimalnya.

“Namun harus sesuai indikasi medis dan sesuai ketentuan yang berlaku (seperti status JKN aktif),” tuturnya.

Baca juga: Bisa Gratis, Ini 7 Alat Bantu Kesehatan yang Ditanggung BPJS Kesehatan

Ilustrasi BPJS Kesehatan. SHUTTERSTOCK/MBAH PURWO Ilustrasi BPJS Kesehatan.
Alur pelayanan BPJS Kesehatan untuk gangguan mental

Rizzky menerangkan, untuk mendapatkan pelayanan kesehatan mental dengan memanfaatkan BPJS Kesehatan, peserta bisa mulai dari berkonsultasi ke dokter di FKTP yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Nantinya, dokter di FKTP dapat merujuk pasien ke dokter spesialis jiwa di rumah sakit, psikolog, atau fasilitas kesehatan FKRTL lainnya jika diperlukan.

"Dokter spesialis jiwa menentukan layanan yang diperlukan sesuai dengan indikasi medis dan ketentuan yang telah ditetapkan," terang Rizzky.

Ia juga memastikan, obat yang diberikan kepada pasien gangguan mental, apabila sudah tercatat dalam daftar Fornas, tidak dikenakan biaya tambahan.

"Obat-obatan yang digunakan harus sesuai dengan Formularium Nasional (Fornas) yang telah ditetapkan oleh pemerintah," ujar Rizzky.

"Namun jika ada kebutuhan obat di luar Fornas dan dibutuhkan secara medis, fasilitas kesehatan harus menyediakannya dalam paket INA-CBG (Pedoman Indonesian Case Base Groups)," lanjutnya.

Jika peserta menemukan ketidaksesuaian pelayanan yang diterima peserta JKN, dapat melapor di Care Center BPJS Kesehatan 165 atau menghubungi petugas BPJS SATU! (Siap Membantu) pada hari dan jam kerja.

Ia menambahkan bahwa nama, foto, dan nomor kontak petugas BPJS SATU! tersebut terpampang di rumah sakit.

Baca juga: Status BPJS Kesehatan Nonaktif Usai Resign, Bagaimana Mengaktifkannya?

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com