Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kenapa Semarang Disebut Kota Atlas?

Kompas.com - 26/03/2024, 19:00 WIB
Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti,
Widya Lestari Ningsih

Tim Redaksi

Sumber Kompas.com

KOMPAS.com - Semarang adalah ibu kota Jawa Tengah, yang berabad-abad lalu pernah menjadi bagian dari Kerajaan Mataram Kuno.

Pada masa penjajahan Belanda, Semarang dijadikan sebagai basis militer dan pusat
perdagangan Belanda.

Belanda membangun pelabuhan yang modern dan mengembangkan kota ini sebagai pusat perdagangan penting di Hindia Belanda (Indonesia).

Di bawah pemerintahan Belanda, Semarang mengalami pembangunan infrastruktur yang pesat.

Banyak bangunan dan jalan bergaya arsitektur kolonial Belanda, yang masih eksis di Semarang hingga kini, seperti Lawang Sewu dan kawasann Kota Lama Semarang.

Semarang memiliki beberapa julukan, salah satunya Kota Atlas.

Lantas, kenapa Kota Atlas menjadi julukan untuk Kota Semarang?

Baca juga: Mengapa Turki Mendapat Julukan The Sick Man of Europe?

Kota Atlas, julukan Kota Semarang

Julukan Kota Atlas berkaitan dengan sejarah Kota Semarang di masa penjajahan Belanda.

Julukan Kota Atlas didapatkan karena keberadaan perusahaan penerbitan atlas ternama yang ada di Semarang saat masa kolonial Belanda.

Perusahaan penerbitan atlas tersebut bernama N.V. Boekhandel en Drukkerij v/h G.C.T. van Dorp & Co, yang menjadi referensi utama para pelaut untuk menavigasi perairan Indonesia.

Dari situlah awal mula Semarang dijuluki sebagai Kota Atlas.

Namun seiring berjalannya waktu, julukan ini berganti makna setelah pemerintah Kota Semarang menjadikan Kota Atlas sebagai semboyan.

Atlas merupakan akronim atau singkatan dari Aman, Tertib, Lancar, dan Sehat, yang dijadikan semboyan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang.

Awalnya, semboyan ini adalah bentuk ajakan pemerintah kepada warganya untuk menjaga dan memelihara keindahan kota, yang menyimpan berbagai peninggalan sejarah.

Baca juga: Mengapa China Dijuluki sebagai Negeri Tirai Bambu?

Kota Atlas menjadi semboyan sejak masa kepemimpinan Muhammad Ismail, Gubernur Jawa Tengah periode 1983-1993 dan disetujui oleh Pemkot Semarang.

Dengan demikian, Kota Semarang memiliki julukan sebagai Kota Atlas, yang juga merepresentasikan semboyan kota ini, yakni kota yang aman, tertib, lancar, dan sehat.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Sejarah Penemuan Angka Romawi

Sejarah Penemuan Angka Romawi

Stori
7 Organisasi Persyarikatan Muhammadiyah

7 Organisasi Persyarikatan Muhammadiyah

Stori
Natipij, Organisasi Kepanduan Islam Era Hindia Belanda

Natipij, Organisasi Kepanduan Islam Era Hindia Belanda

Stori
7 Situs Sejarah di Kabupaten Kediri

7 Situs Sejarah di Kabupaten Kediri

Stori
Sejarah Semboyan Bhinneka Tunggal Ika

Sejarah Semboyan Bhinneka Tunggal Ika

Stori
Sejarah Pura Luhur Batukaru di Tabanan

Sejarah Pura Luhur Batukaru di Tabanan

Stori
Kemajuan Peradaban Islam pada Masa Bani Umayyah di Andalusia

Kemajuan Peradaban Islam pada Masa Bani Umayyah di Andalusia

Stori
Kemajuan Peradaban Islam pada Masa Bani Umayyah di Damaskus

Kemajuan Peradaban Islam pada Masa Bani Umayyah di Damaskus

Stori
Kehidupan Ekonomi Manusia pada Masa Bercocok Tanam

Kehidupan Ekonomi Manusia pada Masa Bercocok Tanam

Stori
Latar Belakang Lahirnya Sumpah Pemuda

Latar Belakang Lahirnya Sumpah Pemuda

Stori
Prasangka dalam Keberagaman

Prasangka dalam Keberagaman

Stori
Sejarah Kedatangan Jepang ke Pulau Jawa

Sejarah Kedatangan Jepang ke Pulau Jawa

Stori
Kenapa Khalifah Al-Adil I Dijuluki Pedang Iman?

Kenapa Khalifah Al-Adil I Dijuluki Pedang Iman?

Stori
Sejarah Perkembangan Kodifikasi Hadis

Sejarah Perkembangan Kodifikasi Hadis

Stori
Sejarah Singkat Perkembangan Islam di Andalusia

Sejarah Singkat Perkembangan Islam di Andalusia

Stori
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com