Kabinet Kerja: Penetapan, Susunan, dan Program Kerja

Kompas.com - 22/04/2021, 16:52 WIB
Presiden RI Joko Widodo bersama dengan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla usai jamuan makan siang di kantor Wakil Presiden RI, Jakarta, Selasa (6/2/2018). KOMPAS.com/ MOH NADLIRPresiden RI Joko Widodo bersama dengan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla usai jamuan makan siang di kantor Wakil Presiden RI, Jakarta, Selasa (6/2/2018).

KOMPAS.com - Kabinet Kerja dibentuk pada waktu Jokowi terpilih sebagai Presiden Indonesia dan Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden di tahun 2014. 

Semasa kepemimpinan Jokowi, terbentuk Kabinet Kerja yang memiliki anggota sebanyak 34 kementerian. 

Kabinet Kerja ini bertugas sejak 27 Oktober 2014 sampai 20 Oktober 2019. 

Baca juga: Kabinet Reformasi Pembangunan: Penetapan, Susunan, dan Program Kerja

Penetapan 

Semasa kampanye Pilpres 2014, Presiden Jokowi telah mengikrarkan janji bahwa beliau akan membentuk kabinet profesional dan mengurangi pembagian kursi menteri dengan mitra koalisi.

Jokowi bahkan menerapkan sistem lelang jabatan yang sebelumnya ia terapkan saat memilih camat dan lurah ketika masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Namun, meskipun demikian bukan berarti dalam kabinet ini tidak akan ada manteri yang tidak berasal dari partai politik, tetapi juga ada yang dari partai profesional. 

Pada Juli 2014, Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla juga menyediakan Google Docs guna menampung usulan rakyat terkait pemilihan para calon menteri. 

Setelah semua prosedur tersebut terpenuhi, terpilihlah para menteri yang tergabung dalam Kabinet Kerja Jokowi-JK

Baca juga: Kabinet Persatuan Nasional: Latar Belakang, Susunan, dan Program Kerja

Susunan 

  1. Menteri Sekretaris Negara: Pratikno
  2.  Menteri Perencanaan Pembangunan/Kepala Bappenas: Andrinof Chaniago
  3. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman: Indroyono Soesilo
  4. Menteri Perhubungan: Ignasius Jonan
  5. Menteri Kelautan dan Perikanan: Susi Pudjiastuti
  6. Menteri Pariwisata: Arief Yahya
  7. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Sudirman Said
  8. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan: Tedjo Edy Purdjianto 
  9. Menteri Dalam Negeri: Tjahjo Kumolo
  10. Menteri Luar Negeri: Retno Lestari Priansari Marsudi
  11. Menteri Pertahanan: Ryamizard Ryacudu
  12. Menteri Hukum dan HAM: Yasonna H Laoly
  13. Menteri Komunikasi dan Informatika: Rudiantara
  14. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara: Yuddy Chrisnandi 
  15. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian: Sofyan Djalil
  16. Menteri Keuangan: Bambang Brodjonegoro
  17. Menteri Badan Usaha Milik Negara: Rini M Soemarno
  18. Menteri Koperasi dan UKM: Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga 
  19. Menteri Perindustrian: Saleh Husin
  20. Menteri Perdagangan: Rachmat Gobel
  21. Menteri Pertanian: Amran Sulaiman 
  22. Menteri Ketenagakerjaan: Hanif Dhakiri
  23. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat: Basuki Hadimuljono
  24. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Siti Nurbaya
  25. Menteri Agraria dan Tata Ruang: Ferry Mursyidan Baldan
  26. Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Puan Maharani
  27. Menteri Agama: Lukman Hakim Saifuddin
  28. Menteri Kesehatan: Nila F Moeloek
  29. Menteri Sosial: Khofifah Indar Parawansa 
  30. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Yohana Yambise 
  31. Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah: Anies Baswedan
  32. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi: M Nasir
  33. Menteri Pemuda dan Olahraga: Imam Nahrawi
  34. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi: Marwan Jafar

Baca juga: Kabinet Ampera I dan II: Susunan, Program Kerja, dan Kejatuhan

Program Kerja 

  1. Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM)
  2. Pembangunan infrastruktur
  3. Penyederhanaan segala bentuk kendala regulasi
  4. Penyederhanaan Birokrasi
  5. Transformasi Ekonomi


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X