Olimpiade Tokyo 2020, Ini Dampak Virus Corona pada Perarakan Obor

Kompas.com - 27/02/2020, 13:02 WIB
Obor Olimpiade 2020 saat dipamerkan ke publik pada 1 Juni 2019 di Tokyo. AFP/BEHROUZ MEHRIObor Olimpiade 2020 saat dipamerkan ke publik pada 1 Juni 2019 di Tokyo.

TOKYO, KOMPAS.com - Merebaknya penyebaran virus corona, termasuk di Jepang, membuat Komite Organisasi Olimpiade Tokyo 2020 membuat rencana baru.

Laman kyodonews.net menulis, CEO Komite Organisasi tersebut, Toshiro Muto mengatakan,"Membawa banyak penonton berkumpul bersama bakal meningkatkan risiko infeksi virus tersebut."

Baca juga: Otoritas Fukushima Pastikan Pawai Obor Olimpiade Aman dari Ancaman Radiasi

"Memperpendek arak-arakan obor Olimpiade adalah pendekatan yang tengah kami pertimbangkan," ujarnya.

Sebelumnya, Muto menolak anjuran membatalkan perarakan tersebut.

"Kami tidak mempertimbangkan pembatalan," katanya.

Aktris Yunani Katerina Lechou (kanan) memainkan peran sebagai Pendeta Agung dalam upacara tradisional Penyalaan Api untuk Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang 2018, di Kuil Hera, Kota Olympia, Yunani, Selasa (24/10/2017). Obor Olimpiade ini akan tiba di Korea Selatan pada 1 November mendatang dan akan dibawa keliling dalam estafet yang akan berakhir 100 hari kemudian, bertepatan dengan upacara pembukaan di Pyeongchang, 9 Februari 2018.AFP PHOTO/ARIS MESSINIS Aktris Yunani Katerina Lechou (kanan) memainkan peran sebagai Pendeta Agung dalam upacara tradisional Penyalaan Api untuk Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang 2018, di Kuil Hera, Kota Olympia, Yunani, Selasa (24/10/2017). Obor Olimpiade ini akan tiba di Korea Selatan pada 1 November mendatang dan akan dibawa keliling dalam estafet yang akan berakhir 100 hari kemudian, bertepatan dengan upacara pembukaan di Pyeongchang, 9 Februari 2018.

Ia mengatakan, pihaknya tengah mengukur keselamatan pelaksanaan perhelatan olahraga multicabang terbesar dunia ini.

"Yang kami pertimbangkan adalah bagaimana perarakan tetap berjalan sembari mencegah risiko infeksi," ujarnya.

Muto mengindikasikan, setiap hari untuk seremoni pemberangkatan dan ketibaan bakal dibuat lebih kecil.

Aktris Yunani Katerina Lechou (kanan) memainkan peran sebagai Pendeta Agung dengan menyalakan obor dalam upacara tradisional Penyalaan Api untuk Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang 2018, di Kuil Hera, Kota Olympia, Yunani, Selasa (24/10/2017). Obor Olimpiade ini akan tiba di Korea Selatan pada 1 November mendatang dan akan dibawa keliling dalam estafet yang akan berakhir 100 hari kemudian, bertepatan dengan upacara pembukaan di Pyeongchang, 9 Februari 2018.AFP PHOTO/ARIS MESSINIS Aktris Yunani Katerina Lechou (kanan) memainkan peran sebagai Pendeta Agung dengan menyalakan obor dalam upacara tradisional Penyalaan Api untuk Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang 2018, di Kuil Hera, Kota Olympia, Yunani, Selasa (24/10/2017). Obor Olimpiade ini akan tiba di Korea Selatan pada 1 November mendatang dan akan dibawa keliling dalam estafet yang akan berakhir 100 hari kemudian, bertepatan dengan upacara pembukaan di Pyeongchang, 9 Februari 2018.

Perarakan obor akan dimulai pada 26 Maret 2020 di pusat pelatihan sepak bola J Village di Fukushima.

Perarakan itu akan melewati 859 kota selama 121 hari.

Cincin Olimpiade ditampilkan di depan lokasi pembangunan Stadion Nasional Baru, stadion utama Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020, selama kesempatan media di Tokyo, Jepang, 3 Jul 2019.channelnewsasia.com/Reuters/Issei Kato Cincin Olimpiade ditampilkan di depan lokasi pembangunan Stadion Nasional Baru, stadion utama Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020, selama kesempatan media di Tokyo, Jepang, 3 Jul 2019.

Penyederhanaan perarakan obor akan dibuat per segmen melalui peringatan per minggu.

Lantaran kebijakan ini, Muto berharap pihak sponsor tetap memahami situasi yang terjadi.


Sumber Kyodo News
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X