Olimpiade Tokyo 2020, Jepang Bergeming

Kompas.com - 21/02/2020, 17:06 WIB
Cincin Olimpiade ditampilkan di depan lokasi pembangunan Stadion Nasional Baru, stadion utama Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020, selama kesempatan media di Tokyo, Jepang, 3 Jul 2019. channelnewsasia.com/Reuters/Issei KatoCincin Olimpiade ditampilkan di depan lokasi pembangunan Stadion Nasional Baru, stadion utama Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020, selama kesempatan media di Tokyo, Jepang, 3 Jul 2019.

TOKYO, KOMPAS.com - Jepang bergeming, tetap bakal melaksanakan perhelatan Olimpiade dan Paralimpik 2020.

Sikap itu ditampilkan Jepang berkenaan dengan merebaknya virus corona.

Baca juga: Harapan Indonesia Menjadi Tuan Rumah Olimpiade

"Komite Olimpiade Internasional harus percaya diri menghadapi respons Jepang untuk tetap menjadikan kedua kegiatan itu sebagai rencana yang bakal diwujudkan," kata Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga.

Baca juga: Citi dan Visa Ajak Nasabahnya ke Olimpiade Tokyo Gratis, Ini Caranya

Laman kyodonews.net menulis, Jumat (21/2/2020), mengenai sikap Jepang itu.

Atlet angkat besi Indonesia untuk Olimpiade Tokyo 2020 Eko Yuli Irawan. Pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016, Eko meraih medali perak kelas 62 kilogram. 


Kompas.com/Josephus Primus Atlet angkat besi Indonesia untuk Olimpiade Tokyo 2020 Eko Yuli Irawan. Pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016, Eko meraih medali perak kelas 62 kilogram.

"Kami akan berkoordinasi lebih erat dengan IOC, komite organisasi, dan pemerintah Kota Tokyo dan bergerak maju dengan berbagai persiapan untuk meyakinkan para atlet dan penonton merasa aman dan nyaman selama penyelenggaraan," kata Yoshihide Suga kepada media.

Baca juga: Olimpiade Tokyo 2020, Ini Salah Satu Kebutuhan Eko Yuli Irawan

Olimpiade Tokyo akan berlangsung mulai 24 Juli 2020 dan rampung pada 9 Agustus 2020.

Lantas Paralimpik Tokyo dimulai pada 25 Agustus 2020 dan berakhir pada 6 September 2020.

Seorang pria bersepeda melintas di dekat kapal pesiar Diamond Princess yang di dalamnya terdapat penumpang yang menjalani karantina, di Terminal Daikoku Pier Cruise di Yokohama, Jepang, Rabu (19/2/2020). Setidaknya 500 penumpang diizinkan keluar setelah dikarantina selama 14 hari, menyusul kabar terdapat 542 penularan positif corona di dalam kapal tersebut.AFP/CHARLY TRIBALLEAU Seorang pria bersepeda melintas di dekat kapal pesiar Diamond Princess yang di dalamnya terdapat penumpang yang menjalani karantina, di Terminal Daikoku Pier Cruise di Yokohama, Jepang, Rabu (19/2/2020). Setidaknya 500 penumpang diizinkan keluar setelah dikarantina selama 14 hari, menyusul kabar terdapat 542 penularan positif corona di dalam kapal tersebut.

Hingga kini, ada 25 negara terdampak virus corona sejak virus mematikan itu merebak kali pertama di Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei, China.

Baca juga: Olimpiade Tokyo 2020, Eko Yuli Irawan Wujudkan Harapan

Di wilayah Jepang, ada 700 orang terinfeksi virus corona.

Seorang pria bermasker menelepon dengan latar belakang kapal pesiar Diamond Princess yang di dalamnya terdapat penumpang yang menjalani karantina, di Terminal Daikoku Pier Cruise di Yokohama, Jepang, Rabu (19/2/2020). Setidaknya 500 penumpang diizinkan keluar setelah dikarantina selama 14 hari, menyusul kabar terdapat 542 penularan positif corona di dalam kapal tersebut.AFP/CHARLY TRIBALLEAU Seorang pria bermasker menelepon dengan latar belakang kapal pesiar Diamond Princess yang di dalamnya terdapat penumpang yang menjalani karantina, di Terminal Daikoku Pier Cruise di Yokohama, Jepang, Rabu (19/2/2020). Setidaknya 500 penumpang diizinkan keluar setelah dikarantina selama 14 hari, menyusul kabar terdapat 542 penularan positif corona di dalam kapal tersebut.

Baca juga: Olimpiade Tokyo 2020, Ini Salah Satu Kebutuhan Eko Yuli Irawan

Dari jumlah itu, ada 634 kasus terjadi pada para penumpang kapal pesiar Diamond Princess yang tengah sandar dan dikarantina di perairan Yokohama.

Kasus yang terjadi di Diamond Princess adalah kasus virus corona terbesar yang terjadi di luar China.

Para penumpang kapal pesiar Diamond Princess yang dinyatakan tidak negatif virus corona keluar setelah menjalani karantina, di Terminal Daikoku Pier Cruise di Yokohama, Jepang, Rabu (19/2/2020). Setidaknya 500 penumpang diizinkan keluar setelah dikarantina selama 14 hari, menyusul kabar terdapat 542 penularan positif corona di dalam kapal tersebut.AFP/CHARLY TRIBALLEAU Para penumpang kapal pesiar Diamond Princess yang dinyatakan tidak negatif virus corona keluar setelah menjalani karantina, di Terminal Daikoku Pier Cruise di Yokohama, Jepang, Rabu (19/2/2020). Setidaknya 500 penumpang diizinkan keluar setelah dikarantina selama 14 hari, menyusul kabar terdapat 542 penularan positif corona di dalam kapal tersebut.


Sumber Kyodo News
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X