Olimpiade Tokyo 2020, Ini Salah Satu Kebutuhan Eko Yuli Irawan

Kompas.com - 21/02/2020, 14:43 WIB
Logo Olimpiade Tokyo 2020 beserta Olimpiade Paralimpik Tokyo 2020 twitterLogo Olimpiade Tokyo 2020 beserta Olimpiade Paralimpik Tokyo 2020

JAKARTA, KOMPAS.com - Menjelang berlaga di nomor angkat besi putra Olimpiade Tokyo 2020, atlet Indonesia Eko Yuli Irawan tengah mempersiapkan diri.

Peraih medali perak pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016 ini makin rajin menjaga nutrisi, asupan makanan, vitamin, dan recovery hingga mengatur jadwal bertanding.

Baca juga: Olimpiade Tokyo 2020, Eko Yuli Irawan Wujudkan Harapan

"Target saya medali emas," tutur Eko saat peluncuran kampanye "Menangkan 28 Paket ke Olimpiade Tokyo 2020 Persembahan Visa" di Jakarta, Jumat (21/2/2020).

Baca juga: Eko Yuli Irawan Tabung Uang Bonus untuk Bangun Sasana Angkat Besi

Lantaran menghindari diri dari cedera saat berlaga di Olimpiade Tokyo 2020, Eko memandang perlu kehadiran masseur atau ahli pijat khusus atlet.

"Keberadaan masseur sebelum dan setelah latihan saya anggap perlu," ujarnya.

Masseur tim renang Indonesia, Eko Sulistyanto.Kompas.com / Ary Wibowo Masseur tim renang Indonesia, Eko Sulistyanto.

Waspada

Atlet angkat besi kelas 61 kilogram, Eko Yuli Irawan, sukses menyabet medali emas di SEA Games 2019.KOMPAS.COM/GARRY ANDREW LOTULUNG Atlet angkat besi kelas 61 kilogram, Eko Yuli Irawan, sukses menyabet medali emas di SEA Games 2019.

Lebih lanjut, Eko yang saat peluncuran tersebut didampingi oleh Head of Client Relationship Management Leader PT Visa Worldwide Indonesia Jacqueline Hartono, Head of Citi Cards & Loan Citi Indonesia Herman Soesetyo, dan Head of External Communications Citi Indonesia Ananta Wisesa mengatakan dirinya mewaspadai agar tidak mengalami cedera kembali.

Atlet angkat besi Indonesia untuk Olimpiade Tokyo 2020 Eko Yuli Irawan. Pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016, Eko meraih medali perak kelas 62 kilogram. 


Kompas.com/Josephus Primus Atlet angkat besi Indonesia untuk Olimpiade Tokyo 2020 Eko Yuli Irawan. Pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016, Eko meraih medali perak kelas 62 kilogram.

Pasalnya, saat tampil pada ketiga Olimpiade di atas, Eko harus menghadapi tantangan cedera.

"Olimpiade 2008 saya cedera hamstring," tutur peraih medali emas Universiade Shenzhen pada 2011 ini.

Lifter Timnas Indonesia, Eko Yuli Irawan berlatih di kompleks Olahraga Rizal Memorial, Manila, Filipina, Sabtu (30/11/2019).KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Lifter Timnas Indonesia, Eko Yuli Irawan berlatih di kompleks Olahraga Rizal Memorial, Manila, Filipina, Sabtu (30/11/2019).

"Olimpiade 2012, saya mengalami tulang kering retak," kata anak lelaki pasangan Saman dan Wastiah ini.

"Olimpiade 2016, saya cedera lutut," kata peraih medali emas Asian Games Indonesia 2018 ini.

Lifter putra Indonesia Eko Yuli Irawan berlatih disela-sela pemusatan latihan nasional (Pelatnas) di Mess Kwini, Jakarta, Selasa (10/9/2019). Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABBSI) menargetkan juara umum pada perhelatan SEA Games 2019 di Manila, FIlipina.ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT Lifter putra Indonesia Eko Yuli Irawan berlatih disela-sela pemusatan latihan nasional (Pelatnas) di Mess Kwini, Jakarta, Selasa (10/9/2019). Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABBSI) menargetkan juara umum pada perhelatan SEA Games 2019 di Manila, FIlipina.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X