Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apa Dampak Tidak Menyikat Gigi Selama Seminggu?

Kompas.com - 25/03/2024, 06:00 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

Sumber Healthline

KOMPAS.com - Beberapa dari kita mungkin pernah melewatkan sikat gigi, entah karena kelelahan, lupa, atau alasan lainnya. Tentu, hal ini tidak boleh menjadi kebiasaan karena dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan gigi dan mulut.

Lantas, apa jadinya jika seseorang tidak sikat gigi selama seminggu? Apa masalah kesehatan yang mungkin terjadi?

Dampak tidak sikat gigi selama seminggu

Tidak banyak partisipan penelitian yang bersedia berhenti menyikat gigi selama seminggu atau setahun, namun penelitian yang ada dapat memberi kita perkiraan yang cukup tentang apa yang terjadi jika tidak menyikat gigi dalam jangka waktu tertentu.

Gigi dapat mulai mendekalsifikasi dentin, bahan pelindung di bawah email, dalam waktu 48 jam. Artinya, kita yanya memiliki sedikit waktu untuk menghilangkan plak sebelum mulai menembus dan berpotensi merusak gigi.

Menyikat gigi lebih sering akan menghilangkan plak dari gigi secara memadai untuk melindunginya.

Baca juga: 5 Fakta Unik tentang Gigi Manusia

Kemudian, jika tidak sikat gigi selama seminggu, selain enamel gigi yang melemah, kelebihan plak dapat menimbulkan efek samping berupa bau mulut.

Partikel makanan lengket yang biasanya kita bersihkan akan terus bertambah, dan gigi akan terasa seperti “sweater” karena penumpukan plak dan partikel makanan.

Plak adalah lapisan lengket yang melapisi gigi dan mengandung bakteri yang dapat menembus lapisan pelindung email gigi. Hal inilah yang menyebabkan gigi berlubang.

Jika tidak ditangani, gigi berlubang dapat menyebabkan infeksi gigi dan kita berpotensi kehilangan gigi. Kondisi ini dapat dicegah jika kita rutin menyikat gigi dan menjaga kebersihan mulut.

Kemudian, plak tidak hanya menyebabkan gigi berlubang, tetapi juga menyebabkan radang gusi, salah satu penyakit gusi. Bakteri yang ada dalam plak menyebabkan peradangan dan mengiritasi gusi. Gusi pun menjadi bengkak dan lebih mudah berdarah.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber Healthline
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com