Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kenapa Ada Bagian yang Botak di Telinga Kucing?

Kompas.com - 25/02/2024, 12:00 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Kucing memiliki tubuh dengan bulu yang lembut, padat, dan tebal, Namun, bulu kucing jauh lebih jarang di bagian telinga, sehingga telinga mereka tampak botak.

Menurut para ahli, pertumbuhan bulu yang jarang di bagian telinga merupakan hal yang normal bagi kucing. Selain itu, ini juga penting untuk evolusi kucing.

Apa kata ahli tentang telinga kucing yang botak?

Perlu dipahami bahwa bulu kucing memainkan sejumlah peran penting. Menurut Judith Stella, ilmuwan kesejahteraan hewan di Purdue University, bulu berfungsi untuk melindungi kulit kucing dari goresan, menjaga kehangatan, isyarat sosial, dan sebagainya. Namun, fungsi tersebut tidak sama di seluruh tubuh mereka.

Sebagian besar bulu kucing terdiri dari dua lapisan, yakni lapisan bawah yang lebih halus, yang memberikan kehangatan sekaligus kesejukan selama musim panas, dan lapisan bulu pelindung yang lebih kasar, yang memberikan sebagian besar perlindungan. Mantel ganda ini menutupi hampir seluruh tubuh, dengan beberapa pengecualian.

Baca juga: Kenapa Kucing Senang Masuk ke Tempat Semput?

Stella mengatakan, tidak ada rambut di telapak kaki kucing karena rambut di sela-sela jari kaki akan mengumpulkan kotoran dan kelembapan. Kemudian, di sekitar daerah perianal juga sedikit lebih tipis, dan itu membantu menjaganya tetap bersih.

Area sekitar telinga adalah kasus khusus lainnya. Menurut Stella, bulu yang jarang pada wajah kucing adalah hal yang normal. Namun, para ilmuwan masih kurang yakin dengan penyebabnya.

Stella yakin bahwa pasti ada alasan evolusioner dan adaptif terkait telinga kucing yang botak, dan teorinya adalah hal tersebut memiliki hubungan dengan suara.

Kekhasan penampilan ini tidak terbatas pada kucing rumahan. Kondisi ini juga umum ditemukan pada spesies kucing kecil, seperti kucing liar Afrika, ocelot, dan lynx, yang semuanya termasuk dalam subfamili Felinae.

Kucing besar seperti harimau, singa, dan jaguar, bagian dari subfamili Pantherinae, belum berevolusi pada bagian botak yang sama.

Baca juga: Studi Jelaskan Dampak Pola Makan Vegan bagi Kucing

Bagi Jonathan Losos, ahli biologi evolusi di Washington University, ini adalah pertanyaan klasik dalam biologi evolusi. Misalnya, adanya bintik-bintik botak pada kucing kecil menunjukkan bahwa hal ini mungkin merupakan hasil seleksi alam, bahwa bintik-bintik botak menguntungkan bagi kucing kecil, namun tidak bagi kucing besar.

Stella berhipotesis bahwa keuntungannya terletak pada cara masing-masing spesies kucing berburu. Ia mengatakan, kucing dapat mendengar suara ultrasonik, dan hewan pengerat bersuara dalam jangkauan pendengaran tersebut. Mungkin kurangnya bulu membantu memfokuskan gelombang suara ke telinga atau mengarahkan ke mana suara itu berasal.

Meskipun spesies kucing kecil diketahui berburu segala jenis mangsa, mulai dari burung hingga ular, penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar makanan mereka berasal dari hewan pengerat, sehingga adaptasi apa pun untuk mendeteksi hewan-hewan ini merupakan keuntungan yang berharga.

Bagi kucing besar yang memburu hewan lebih besar, seperti antelop atau babi hutan, mendeteksi frekuensi ultrasonik kurang penting untuk kelangsungan hidup, mungkin itulah sebabnya mereka belum mengembangkan pola bulu yang berbeda.

Baca juga: Spesies Kucing Prasejarah Baru Ditemukan di Spanyol

Saat ini, hal ini hanyalah sebuah teori, namun kehadiran sifat ini di seluruh subfamili Felinae menunjukkan bahwa pola bulu ini memberikan keunggulan adaptif tertentu. Namun, Losos memperingatkan agar tidak mengambil simpulan tanpa bukti yang lebih konkrit.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com