Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 29/03/2024, 02:00 WIB
Annisa Fakhira Mulya Wahyudi,
Resa Eka Ayu Sartika

Tim Redaksi

KOMPAS.COM - Meskipun manusia telah menghuni Bumi lebih dari 200 tahun, ternyata masih banyak rahasia-rahasia dari planet itu sendiri yang belum diketahui. 

Dilansir dari Wikipedia, diperkiran diameter Bumi sendiri adalah 12.746 km atau setara dengan 40.000 km/π (dibaca phi). Diameter tersebut apabila diukur dari garis katulistiwa.

Baca juga: Kenapa Inti Bumi Sangat Panas?

Manusia hanya menghuni permukaannya saja dan penelitian mengenai apa yang ada di dalam Bumi masih terus dikembangkan.

Apa yang sebenarnya ada di dalam inti Bumi?

Bagaimana studi mengungkapkan inti Bumi?

Asumsi jika Bumi adalah sebuah bola padat awalnya merupakan jawaban yang salah. Namun, hal tersebut berubah karena temuan baru oleh seismolog di Australian National University

Selama bertahun-tahun, ada banyak perdebatan dalam komunitas ilmiah tentang apa yang mungkin ada di dalam inti Bumi. Semua spekulasi tersebut terbantahkan.

Para ilmuwan menemukan bola logam padat yang sangat besar berada di dalam inti Bumi. 

Dilansir dari laman UNILAD, melalui studi yang dilakukan terhadap gempa bumi tertentu dan memantau 'gelombang seismik yang bergema di seluruh planet', Thanh-Son Pham dan Hrvoje Tkalcic menemukan inti logam padat, yang membuat penemuan mengenai detail detail baru tentang inti Bumi yang belum pernah diketahui sebelumnya.

Ukuran dan penyusun inti Bumi

Ilmuwan memperkirakan bahwa inti logam Bumi bagian dalam berdiameter sekitar 800 mil, yang setara demgan satu persen volume bumi.

Itu tetap terlalu jauh di dalam inti Bumi untuk dapat ditermukan dengan cara manual, seperti pengeboran.

Baca juga: Inti Bumi Mengubah Rotasinya, Apakah Memang Sering Berubah?

Studi juga menjelaskan meskipun intinya terbuat dari bahan yang sama dengan inti cair yang ada di perut Bumi.

Inti logam padat ini mungkin memiliki sifat yang berbeda. Terdapat kemungkinan adanya persebaran dan sifat atom yang berbeda.

Hal tersebut dibuktikan dengan data mengenai gelombang seismik melewati inti cair dan inti padat dengan kecepatan yang berbeda.

Bukan itu saja, para peneliti juga percaya bahwa inti logam padat Bumi ini dapat menjadi komponen kunci untuk memahami bagaimana revolusi kehidupan di planet bumi dan teori evolusi.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com