KOMPAS.com - Inti bumi adalah pusat Planet Bumi yang sangat panas dan sangat padat. Inti Bumi ditemukan sekitar 2.900 km di bawah permukaan Bumi dan memiliki radius sekitar 3.485 km.
Inti Bumi berbentuk bola, yang terletak di bawah kerak yang dingin dan rapuh serta mantel yang sebagian besar padat.
Suhu di inti Bumi sangatlah panas. Menurut National Geographic, suhu inti dalam Bumi adalah sekitar 5.200 derajat C.
Dilansir dari Scientific American, ada tiga hal yang menyebabkan intu Bumi sangat panas, yakni panas dari saat Bumi terbentuk dan berkembang, pemanasan gesekan yang disebabkan oleh material inti yang lebih padat yang tenggelam ke pusat planet, dan panas dari peluruhan unsur radioaktif.
Baca juga: Suhu Lautan Bumi Catat Rekor Paling Hangat
Ketika tata surya muncul, Bumi juga memulai perjalanannya mengelilingi matahari. Tarikan gravitasinya begitu kuat sehingga sejumlah meteorit dan beberapa benda lain bersatu membentuk sebuah planet besar.
Dilansir dari Science ABC, setiap kali proses akresi (pembentukan Bumi) terjadi, jumlah panas yang dihasilkan sangat besar.
Setelah proses pembentukan planet ini selesai, material mulai terpisah menjadi lapisan-lapisan sesuai densitasnya. Kemudian, material terpadat menetap di inti. Bahkan, proses pengendapan ini menghasilkan banyak panas.
Panas primordial Bumi ini masih ada di inti karena Bumi yang besar tidak dapat menghilangkannya dengan cepat dan sekarang panas ini telah mengendap.
Baca juga: Berapa Banyak Berlian yang Masih Tersimpan di Bumi?
Panas itu hanya bisa menghilang melalui kerak Bumi, tetapi karena lempeng bertindak sebagai selimut dan mantel bukanlah pengangkut panas yang baik, panas di inti Bumi akan bertahan untuk waktu yang lama.
Ada satu perbedaan kecil antara panas yang didapat Bumi dari peluruhan radioaktif dan panas primordial.
Diyakini bahwa panas primordial sebagian besar terkonsentrasi di inti, sementara panas yang dilepaskan akibat peluruhan radioaktif didistribusikan ke seluruh lapisan planet lainnya.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.