Kompas.com - 11/08/2022, 18:03 WIB

KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo mengingatkan, bahwa perubahan iklim tidak bisa disepelekan, karena saat ini sudah memasuki kategori kritis dan penting untuk menjadi isu utama yang perlu diatasi bersama.

"Kita menghadapi tantangan perubahan iklim yang berada pada kondisi yang kritis," kata Jokowi dalam Rakornas BMKG bertajuk 'Peran Info BMKG dalam Mendukung Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Nasional' pada Senin (8/8/2022).

Dalam sambutannya, Jokowi menjelaskan, bahwa bukan tanpa alasan perubahan iklim menjadi persoalan serius dan penting untuk segera ditangani saat ini.

Baca juga: Perubahan Iklim Bikin Lebih Banyak Wilayah Asia Tengah Jadi Gurun

Berdasarkan data Organisasi Meteorologi Dunia (World Meteorogical Organization/WMO), indikator perubahan iklim dan dampaknya di tahun 2021 makin memburuk, di mana 7 tahun terakhir telah menjadi 7 tahun dengan suhu terpanas.

"Kondisi ini menjadi tantangan nyata bagi kita, bahwa perubahan iklim menjadi isu prioritas dan tantangan global," ujarnya.

Jokowi mengatakan, untuk menangani perubahan iklim ini, kita harus belajar dari cara kita mengatasi persoalan pandemi Covid-19.

Seperti yang diketahui, pandemi Covid-19 juga disebut-sebut merupakan salah satu dari banyak contoh dampak perubahan iklim yang terjadi.

Selain itu, saat Covid-19 mulai melanda atau menyerang banyak masyarakat di seluruh dunia, dampak yang terjadi pun sangat luas atau multisektoral.

Sehingga, setiap negara, termasuk Indonesia harus ikut berjuang mengatasinya dengan melibatkan banyak pihak, melakuakn berbagai reformasi sistem birokrasi, administrasi ,dan lainnya.

Setelah Covid-19, para ahli telah memperkirakan akan ada banyak dampak lainnya akibat perubahan iklim, seperti bencana alam yang semakin sering dan semakin ekstrem terjadi, iklim yang berubah drastis di berbagai wilayah, hingga cuaca ekstrem yang semakin sering.

Salah satu masalah bencana alam yang ada di depan mata yang bisa terjadi sebagai dampak dari perubahan iklim lainnya adalah ketahanan pangan.

Lebih dari 500 juta petani usaha kecil yang memproduksi lebih dari 80 persen sumber pangan dunia, merupakan kelompok yang paling rentan terhadap perubahan iklim.

Baca juga: Perubahan Iklim Ancam Ketahanan Pangan Indonesia, Apa Dampaknya?

Halaman Selanjutnya
Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.