Kompas.com - 05/07/2022, 19:03 WIB


KOMPAS.com- Hepatitis bukanlah penyakit baru yang ada dan menyerang masyarakat Indonesia. Hepatitis merupakan kondisi peradangan yang terjadi pada hati atau liver.

Penyebab utama penyakit hepatitis diketahui adalah infeksi virus, yaitu virus hepatotropik (virus yang menyukai atau menyerang organ hati saja) dan non-hepatotropik (virus yang menyerang sistemik dan bisa juga organ hati).

Namun, ada juga kemungkinan hepatitis disebabkan oleh autoimun, bahan kimia, penyalahgunaan obat, pengobatan tertentu, racun dan alkohol.

Divisi Gastrohepatologi Departemen IKA FKUI-RSCM, Muzal Kadim mengatakan, permasalahan hepatitis akut misterius yang saat ini sedang marak terjadi di sejumlah negara di dunia termasuk Indonesia, tidak bisa dipisahkan dengan bahasan mengenai penyakit hepatitis akut itu sendiri.

Penyakit hepatitis akut ini sudah banyak sekali kasusnya di Indonesia bahkan sebelum hepatitis akut misterius yang menyerang anak-anak mulai mencuri perhatian masyarakat dunia.

Hepatitis akut misterius ini berkaitan sekali dengan permasalahan hepatitis akut di Indonesia ini sangat besar,” kata Muzal dalam diskusi daring bertajuk #12th Drossi Open Lecture: Mengenal Lebih Jauh Hepatitis Akut Misterius pada Anak, Jumat (1/7/2022).

“Sebenarnya permasalahan hepatitis akut di Indonesia ini lebih besar ya daripada hepatitis akut misterius itu sendiri,” tambahnya.

Baca juga: Diduga Jadi Penyebab Hepatitis A, Amerika Serikat dan Kanada Selidiki Stroberi Organik

Jenis hepatitis di Indonesia sebelum munculnya hepatitis akut misterius, di antaranya Hepatitis A, Hepatitis B, Hepatitis C, Hepatitis D, dan Hepatitis E. Berikut uraian lebih lengkapnya.

Hepatitis A

Hepatitis A adalah hasil dari infeksi virus hepatitis A (HAV). Jenis hepatitis ini adalah penyakit akut jangka pendek.

“Hepatitis A ini yang paling mendekati hepatitis akut unknown (misterius) sebenarnya, dari penularannya dan gejalanya,” kata Muzal.

Hepatitis A menular lewat mulut. Siklus dasarnya, virus hepatitis A akan menyerang hati melalui makanan atau air yang terkontaminasi virus tersebut.

Makanan atau air terkontaminasi virus dari tinja, dan virus hepatitis A itu pun akan keluar dalam tinja yang dikeluarkan oleh penderita, yang kemudian bisa menjadi sumber penularan baru.

“Jadi mekanisme ini mirip dengan hepatitis akut misterius ya. Sangat mirip sekali, yang paling mirip adalah hepatitis A,” ujarnya.

Virus hepatitis A termasuk ke dalam jenis virus hepatotoprik yakni yang hanya menyerang organ hati saja. Fase klinis atau gejala hepatitis A:

  • Demam
  • Kelelahan
  • Kehilangan nafsu makan
  • Mual muntah
  • Rasa tidak nyaman pada bagian perut
  • Urine berwarna gelap
  • Kuning

Jika penyakit ini tidak ditangani dengan baik dan segera, jenis hepatitis A tersebut juga berisiko kematian.

Baca juga: Hepatitis Akut Misterius Masuk Kategori Kejadian Luar Biasa, Apa Bedanya dengan Pandemi?

Ilustrasi hepatitis.SHUTTERSTOCK/EMILY FROST Ilustrasi hepatitis.

Hepatitis B

Penyakit hepatitis B adalah penyakit yang disebabkan oleh virus hepatiti B (HBV). Jenis hepatitis B ini sering berkembang menjadi kondisi kronis yang berkelanjutan.

Disebutkan Muzal, di Indonesia hampir ada 1 juta kematian per tahun akibat penyakit hepatitis B ini. Prevalensi kasus infeksi hepatitis B ini tergolong yang tinggi di dunia.

Adapun, penularannya terjadi karena adanya kontak dengan HPV dalam cairan tubuh seperti darah, cairan vagina atau air mani, dan cairan tubuh lainnya.

Jalur penularan virus hepatitis B ini dapat terjadi melalui kontak seksual, berbagi jarum suntik atau alat suntik obat lainnya dan ibu ke bayi saat persalinan.

Tidak semua orang yang baru terinfeksi HBV memiliki gejala, tetapi bagi mereka yang mengalaminya, gejala hepatitis yang dapat terjadi yakni sebagai berikut.

  • Kelelahan
  • Nafsu makan yang buruk
  • Sakit perut
  • Mual
  • Penyakit kuning

Bagi banyak orang, jenis hepatitis B adalah penyakit jangka pendek. Sementara, bagi yang lain, penyakit yang satu ini bisa menjadi infeksi kronis jangka panjang yang dapat menyebabkan masalah kesehatan serius, bahkan mengancam jiwa seperti sirosis atau kanker hati.

Baca juga: Hepatitis Akut Misterius Serang Anak-anak, Pahami Gejala dan Antisipasinya

“Biasanya hepatitis B ini banyak diketahuinya saat sudah lanjut (penyakitnya sudah serius), tapi bisa juga dalam keadaan akut,” kata dia.

“Hepatits B kalau terkena infeksi bisa menjadi hepatitis akut ya,” tambahnya.

Namun, angka kronisitas akibat infeksi hepatitis B ini tergantung dengan usia dan kondisi lain pasien tersebut.

Hepatitis C

Hepatitis C adalah penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis C (HCV). Penyakit hepatitis C adalah salah satu infeksi virus yang menular melalui darah dan biasanya muncul sebagai kondisi jangka panjang.

Sementara jalur kontak HCV terjadi melalui cairan tubuh, seperti darah, air mani atau cairan vagina. Muzal mengatakan bahwa hepatitis C termasuk penyakit yang berbahaya tetapi memang jarang ditemukan dalam kondisi akut.

Akan tetapi, 80 persen infeksi hepatitis C ini akan menjadi kronik. Hal ini dianggap mengkhawatirkan mengingat belum ada vaksin untuk penyakit yang satu ini, padahal masa inkubasi penularannya terjadi sekitar 2-24 minggu.

Baca juga: CDC Ungkap Bukti Infeksi Adenovirus Sebabkan Hepatitis Akut Misterius pada Anak

ilustrasi hepatitis, virus hepatitisShutterstock/Kateryna Kon ilustrasi hepatitis, virus hepatitis

Hepatitis D

Hepatitis D adalah bentuk hepatitis langka yang hanya terjadi bersamaan dengan infeksi hepatitis B.

“Ini jarang terjadi, tapi hepatitis D biasanya mendompleng infeksi hepatitis B,” ujarnya.

Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis D (HDV), yang menyebabkan peradangan hati seperti jenis lainnya.

Uniknya, seseorang tidak dapat tertular virus hepatitis D jika orang tersebut tidak terinfeksi hepatitis B. Secara global, HDV mempengaruhi hampir 5 persen orang dengan hepatitis B kronis.

“Tidak ada vaksin khusus untuk hepatitis D ini, tetapi akan otomatis terlindungi setelah mendapatkan vaksin hepatitis B,” jelasnya.

Oleh karena itu, dalam kasus hepatitis akut misterius yang terjadi saat ini, tim pemeriksa hanya akan melihat hasil ada atau tidaknya infeksi hepatitis B, dan saat dinyatakan negatif HBV, maka artinya pasien juga negatif HDV.

Baca juga: Hepatitis Akut Misterius, Simak 7 Tanya Jawab mengenai Penyakit Ini

Hepatitis E

Hepatitis E adalah penyakit yang ditularkan melalui makanan atau air yang terpapar virus hepatitis E (HEV).

Menurut Muzal, hepatitis E ini mirip dengan hepatitis A, yang biasanya bersifat akut dan bisa sangat berbahaya pada wanita hamil.

Hepatitis E banyak ditemukan di daerah dengan sanitasi yang buruk dan biasanya akibat dari menelan kotoran yang mencemari pasokan air minum.

Gejala infeksi hepatitis E ini disebutkan lebih ringan dibandingkan hepatitis A. Namun, sama halnya dengan hepatitis C dan D, belum ada vaksin untuk penyakit yang satu ini.

Cara terbaik untuk mencegah dari risiko infeksi adalah dengan perilaku hidup bersih dan sehat.

 Baca juga: Hepatitis A Mewabah di Pacitan, Kenali 5 Jenis Hepatitis Ini

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.