Kepadatan Tulang Astronot Menurun Setelah Perjalanan Luar Angkasa, Ini Penyebabnya

Kompas.com - 04/07/2022, 07:02 WIB


KOMPAS.com - Sebuah studi pengeroposan tulang pada 17 astronot yang melakukan misi perjalanan luar angkasa menunjukkan kepadatan tulang mereka menurun.

Studi ini memberikan pemahaman lebih lengkap tentang efek perjalanan ruang angkasa pada tubuh manusia, terutama tulang.

Penelitian tersebut dilakukan terhadap belasan astronot yang menjalankan misi di Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Hasil studi juga memberikan pemahaman tentang langkah-langkah untuk mengurangi efek buruk hingga pengetahuan penting lainnya menjelang misi potensial di masa depan nantinya.

Para peneliti, seperti dikutip dari Reuters, Senin (4/7/2022), telah mengumpulkan data baru tentang keropos tulang pada astronot, yang disebabkan oleh kondisi gayaberat mikro di ruang angkasa.

Serta, studi tentang sejauh mana kepadatan mineral tulang dapat diperoleh kembali di Bumi.

Penelitian ini melibatkan 14 astronot pria dan tiga astronot wanita, dengan rata-rata usia 47 tahun, yang misi luar angkasa yang dilakukan berkisar antara empat hingga tujuh bulan di luar angkasa.

Baca juga: Suplemen Kalsium Tak Efektif Cegah Tulang Keropos

Kepadatan tulang astronot menurun

Setahun setelah kembali ke Bumi, rata-rata para astronot menunjukkan penurunan kepadatan mineral tulang hingga 2,1 persen di tibia, yakni salah satu tulang kaki bagian bawah, serta berkurangnya kekuatan tulang hingga 1,3 persen.

Sembilan astronot di antaranya tidak memulihkan kepadatan tulang mereka setelah perjalanan luar angkasa, mengalami kehilangan kepadatan mineral tulang secara permanen.

"Kami tahu bahwa astronot kehilangan tulang pada penerbangan luar angkasa jangka panjang. Apa yang baru tentang penelitian ini adalah kami mengikuti astronot selama satu tahun setelah perjalanan ruang angkasa mereka untuk memahami apakah dan bagaimana tulang pulih," kata profesor Universitas Calgary, Leigh Gabel, peneliti olahraga yang merupakan penulis utama penelitian yang diterbitkan minggu ini di jurnal Scientific Reports.

Gabel menambahkan, "Astronot mengalami keropos tulang yang signifikan selama enam bulan penerbangan luar angkasa-kehilangan (kepadatan tulang) yang diharapkan terjadi pada orang dewasa yang lebih tua selama dua dekade di Bumi, dan mereka hanya memulihkan sekitar setengah dari kehilangan itu setelah satu tahun kembali ke Bumi,".

Pengeroposan tulang terjadi karena tulang yang biasanya akan menahan beban di Bumi tidak membawa beban di luar angkasa.

Badan antariksa, menurut Gabel, dinilai perlu untuk meningkatkan pencegahan untuk membantu mencegah pengeroposan tulang pada astronot, yang mana kepadatan tulang menurun tersebut akibat dari kondisi gayaberat mikro atau mikrogravitasi selama berada di luar angkasa.

Baca juga: 6 Fungsi Tulang Rangka pada Manusia

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.