Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 24/06/2022, 10:32 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Pelapukan adalah proses penghancuran atau perubahan batuan atau sedimen pada permukaan Bumi.

Pelapukan dibedakan menjadi tiga berdasarkan faktor penyebabnya, yakni pelapukan biologi, pelapukan fisika, dan pelapukan kimia.

Meski dipicu oleh faktor yang berbeda, pelapukan diawali dengan batu yang berubah menjadi butiran batu kemudian menjadi lebih kecil lagi hingga terbentuk gumpalan tanah.

Pelapukan biologi

Dilansir dari Sciencing, pelapukan biologis adalah pelapukan adalah pelapukan yang disebabkan oleh organisme hewan, tumbuhan, jamur, dan mikroorganisme seperti bakteri. 

Pelapukan biologis dapat bekerja sama dengan pelapukan fisika dengan melemahkan batuan atau memaparkannya pada kekuatan pelapukan fisika atau kimia.

Baca juga: Sifat Fisika Tanah, dari Tekstur hingga Warna Tanah

Penyebab pelapukan biologi

Pelapukan biologi disebabkan oleh aktivitas organisme dan mikroorganisme seperti hewan, tumbuhan, manusia, dan lumut. Berikut adalah penjelasan mengenai penyebab pelapukan biologi:

1. Aktivitas hewan

Hewan dapat berkontribusi pada pelapukan. Misalnya, hewan dapat berjalan di atas batu, merusaknya, atau mengikis permukaan batu.

Hewan penggali seperti luak dapat memecah batu di bawah tanah atau membawanya ke permukaan sehingga batu tersebut terkena kekuatan pelapukan lainnya.

Beberapa hewan langsung menggali ke dalam batu. Cangkang piddock adalah moluska, berkerabat dekat dengan kerang, yang menggunakan cangkangnya untuk membuat lubang di batu sebagai tempat tinggal.

2. Aktivitas manusia

Aktivitas manusia juga dapat menyebabkan terjadinya pelapukan biologis. 

Baca juga: Apa Itu Mudflow dan Perbedaannya dengan Tanah Longsor

Konstruksi, penambangan, dan penggalian akan memecah dan mengganggu sebagian besar batuan. 

Lalu lintas pejalan kaki di atas batu juga menyebabkan gesekan yang memecah partikel-partikel kecil. Dalam waktu lama, lalu lintas pejalan kaki dapat menyebabkan keausan yang signifikan pada permukaan batu.

3. Mikroorganisme dan lumut

Tidak semua pelapukan biologis terjadi secara kasat mata. Banyak mikroorganisme di dalam tanah dan di permukaan batu yang menyebabkan pelapukan. 

Beberapa bakteri memperoleh nutrisi dengan mengambil kombinasi nitrogen dari udara dan mineral, seperti silika, fosfor dan kalsium, dari batu. 

Dengan menghilangkan mineral ini, batuan melemah dan selanjutnya tunduk pada kekuatan pelapukan lain seperti angin dan air. 

Baca juga: 8 Penyebab Pencemaran Tanah

Lumut, koloni simbiosis jamur dan ganggang mikroskopis yang tumbuh di atas batu, juga berkontribusi terhadap pelapukan. Jamur pada lumut menghasilkan bahan kimia yang memecah mineral di batu.

4. Tumbuhan

Trotoar yang retak oleh akar pohon merupakan contoh pelapukan akibat tumbuhan. 

Akar pohon, rerumputan, dan tanaman lainnya dapat tumbuh menjadi ruang-ruang kecil dan celah-celah di bebatuan. 

Ketika akar ini tumbuh, mereka memberikan tekanan pada batu di sekitarnya, menyebabkan celah melebar atau bahkan retakan. 

Akar tanaman juga dapat mengatasi batuan melalui proses kimia. 

Ketika akar mati membusuk, mereka melepaskan karbon dioksida, yang terkadang diubah menjadi asam karbonat, yang secara kimiawi memecah batu menjadi tanah.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com