Kompas.com - 12/05/2022, 16:31 WIB
Peternak sapi khawatir wabah PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) masuk ke Balikpapan KOMPAS.COM/Ahmad RiyadiPeternak sapi khawatir wabah PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) masuk ke Balikpapan


KOMPAS.com- Ribuan sapi di Jawa Timur dilaporkan terinfeksi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dalam sepekan terakhir.

“Gubernur Jawa Timur menyebut ada sekitar 1.247 ternak yang terserang PMK. Dan secara geografis Wonogiri berbatasan langsung dengan Jawa Timur. Untuk itu kami melakukan antisipasi dengan membentuk tim monitoring,” kata Bupati Wonogiri, Joko Sutopo dalam pemberitaan Kompas.com, Selasa (10/5/2022).

Apa itu Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) atau Foot and Mouth Disease?

Penyakit Mulut dan Kuku adalah penyakit hewan yang cepat menular menyerang hewan berkuku belah (cloven hoop), seperti sapi, kerbau, domba, kambing, babi, rusa atau kijang, unta dan gajah.

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), Drh H Muhammmad Munawaroh MM mengatakan, benar sekali kalau yang dilaporkan di sejumlah wilayah di Indonesia saat ini bahwa ribuan hewan ternak mengalami infeksi PMK.

PMK merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengan genus Aphthovirus dari famili Picornaviridae.

Sama halnya dengan penamaan penyakit yang diberikan, ciri-ciri khas infeksi Penyakit Mulut dan Kuku ini lebih banyak menimbulkan gejala-gejala penyakit di sekitar mulut dan kuku hewan tersebut.

Baca juga: Sapi Dilatih Buang Air di Toilet, Apa Tujuannya?

Hewan yang sakit akibat infeksi virus PMK memperlihatkan gejala klinis yang patogonomik berupa lepuh atau lesi pada mulut dan pada seluruh teracak kaki. Hal ini tampak pada ribuan sapi terinfeksi PMK di Jawa Timur. 

Gejala PMK pada hewan ternak seperti sapi, kerbau dan lainnya, yang biasanya ditemukan yakni sariawan, mulut dan lidah melepuh, luka di sela-sela kuku kaki hingga menyebabkan kuku terlepas, keluar saliva atau lendir berlebihan dari mulut, dan demam (39-41 derajat Celsius).

PMK ini dapat didiagnosa dengan sampel jaringan dari vesikel (sariawan), sampel darah dan sampel cairan kerongkongan. Diagnosa laboratorium bisa dilakukan di BBVet Wates dengan metode ELISA.

PMK merupakan penyakit pada hewan yang tidak bersifat zoonosis, atau tidak menular kepada manusia.

“PMK ini disebabkan oleh virus Apthovirus, dan hanya menyerang kepada hewan yang berkuku genap, seperti sapi, kerbau, domba, kambing dan lainnya,” kata dia.

Namun, untuk menghindari penyebaran penyakit ke lingkungan yang nantinya dapat menginfeksi ternak yang ada di wilayah tersebut, masyarakat diminta agar memasak secara sempurna semua produk hewan yang akan dikonsumsi.

Penyakit mulut dan kuku dikabarkan menginfeksi ribuan ekor sapi di sejumlah wilayah di Jawa Timur. Sebagaimana diketahui bahwa, saat ini 75 persen penyakit baru pada manusia bersumber dari hewan atau bersifat zoonosis, sehingga jika kesehatan hewan ini tidak ditangani dengan baik maka akan mengancam kesehatan manusia.

Baca juga: Ahli Usul Beri Makan Sapi Pakai Rumput Laut untuk Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.