Kompas.com - 05/12/2021, 18:32 WIB
Warga menyelamatkan diri saat Gunung Semeru meletus di Desa Sumberwuluh, Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (4/12/2021). Gunung Semeru meletus dan mengeluarkan awan panas yang mengakibatkan hujan abu di Kabupaten Lumajang dan Malang. ANTARA FOTO/Hermawan/sen/rwa. SENOWarga menyelamatkan diri saat Gunung Semeru meletus di Desa Sumberwuluh, Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (4/12/2021). Gunung Semeru meletus dan mengeluarkan awan panas yang mengakibatkan hujan abu di Kabupaten Lumajang dan Malang. ANTARA FOTO/Hermawan/sen/rwa.

KOMPAS.comHujan abu sangat berbahaya bagi manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung. Apa itu abu vulkanik dan bagaimana cara mengatasnya?

Apa itu hujan abu?

Hujan abu disebut juga dengan jatuhan piroklastik. Hujan abu terjadi ketika letusan gunung berapi membentuk asap yang sangat tinggi. Ketika energi untuk mendorong asap habis, abu akan menyebar sesuai arah angin menuju permukaan Bumi.

Hasil penelitian menunjukkan abu vulkanik mengandung aluminium, silika, kalium, dan besi. Abu ini merupakan partikel batuan gunung berapi yang hancur hingga berukuran kurang dari 2 milimeter. Namun, bukan tidak mungkin material mengandung bongkahan berukuran lebih dari 2 milimeter.

Baca juga: Struktur Partikel Abu Vulkanik Unik, Ini Cara Membersihkan yang Benar

Dampak hujan abu bagi lingkungan

Dampak hujan abu bagi lingkungan adalah sebagai berikut:

  • Menghalangi sinar matahari, sehingga tampak gelap gulita walau masih siang
  • Mengganggu jarak pandang penerbangan
  • Berpotensi menimbulkan guntur dan kilat dari gesekan partikel di atas gunung berapi
  • Endapan abunya merontokkan daun dan pohon kecil
  • Merusak lahan pertanian
  • Mencemari air bersih
  • Jalan menjadi licin

Dampak hujan abu bagi kesehatan

Tidak hanya memberi dampak pada lingkungan, hujan abu juga berbahaya bagi kesehatan. Berikut adalah dampak hujan abu terhadap kesehatan:

  • Iritasi saluran pernapasan
  • Menyebabkan batuk
  • Sesak napas
  • Asma kambuh
  • Mata berair, perih, gatal, atau lengket
  • Kornea tergores
  • Mata merah dan bengkak
  • Iritasi kulit

Cara melindungi diri dari hujan abu

Upaya untuk mengurangi dampak hujan abu terhadap lingkungan mungkin sulit dilakukan. Namun, upaya bisa dilakukan untuk mengurangi dampak hujan abu terhadap kesehatan.

Anda perlu berupaya menghindari hujan abu sebanyak mungkin. Pertama, tetap berada di dalam ruangan dan tutup semua celah, seperti pintu, jendela, dan ventilasi. Kedua, Anda bisa menggunakan alat bantu untuk melindungi diri Anda dari abu vulkanik, seperti menggunakan masker dan kacamata pelindung.

Ketiga, segera bantu orang tua, anak-anak, dan orang dengan riwayat penyakit saluran pernapasan, seperti asma dan bronkitis, untuk melindungi diri. Keempat, hindari berkendara ke luar rumah jika tidak diperlukan karena jarak pandang yang sangat terbatas dan berisiko.

Terakhir, hindari meminum air yang tercemar hujan abu. Pastikan Anda selalu memiliki persediaan air minum setidaknya untuk beberapa hari ke depan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.