Kompas.com - 30/09/2021, 09:03 WIB

KOMPAS.com - Ahli epidemiologi dari Griffith University Australia Dicky Budiman meminta agar sekolah-sekolah ditutup sementara dari pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas jika memang terjadi penularan, meski yang positif Covid-19 hanya dua orang.

"Sekolah di tutup sementara. Kalau ada kasus infeksi setidaknya 2 di dalam sekolah, maka setidaknya (sekolah) harus tutup dulu 2 minggu untuk melaksanakan 3T, yakni testing, tracing (penelusuran), dan treatment (terapi)," kata Dicky kepada Kompas.com, Rabu (29/9/2021).

Hal ini disampaikan Dicky menanggapi keputusan pemerintah untuk tetap melanjutkan PTM terbatas yang telah dilakukan sejak awal bulan September ini.

Setelah pembelajaran tatap muka (PTM) digelar di sejumlah wilayah, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) mencatat terjadinya klaster-klaster sekolah.

Baca juga: Muncul Klaster Sekolah, Ini Rencana Pemerintah dan Saran Epidemiolog

Dilansir dari Kompas.com, Jumat (24/9/2021), Kemendikbud Ristek mengategorikan berdasarkan wilayah, klaster pembelajaran tatap muka terbanyak terjadi di Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara Timur.

Berdasarkan data 23 September 2021, tercatat ada 1.302 klaster sekolah. Klaster terbanyak terdiri dari 583 klaster dari sekolah dasar, 251 klaster dari PAUD, 244 klaster dari SMP, 109 klaster dari SMA, 70 klaster SMK, dan 13 klaster SLB.

Sehingga, dari 47.033 sekolah yang disurvei, 2,77 persen sekolah menimbulkan klaster kasus Covid-19 selama PTM dilakukan.

Meski demikian, Mendikbud Ristek, Nadiem Makarim tetap akan melanjutkan sekolah tatap muka, dengan dukungan dari Presiden Joko Widodo dan kementrian terkait mengenai hal ini.

Dicky mengatakan, setuju atas tindakan yang dilakukan oleh pemerintah saat ini mengenai PTM terbatas yang akan terus dilanjutkan.

Akan tetapi, ia menambahkan, jangan lupa untuk mengevaluasi dan menemukan titik lemah dari kegiatan PTM terbatas yang dilakukan supaya bisa dijadikan pembelajaran bagi sekolah dan daerah lainnya yang ingin memberlakukan PTM juga.

"Tunggu hasil evaluasinya, kan dalam 2 minggu juga keluar, dan artinya titik lemah-titik lengahnya akhirnya ketemu dan kemudian di perbaiki dan dijadikan pelajaran oleh sekolah lain dan daerah lain supaya tidak terjadi (klaster penularan Covid-19 sekolah)," ujarnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.