Pil Covid-19 Pfizer akan Ajukan Penggunaan Darurat, Obat Covid-19 Lainnya Masuk Uji Klinis

Kompas.com - 29/09/2021, 18:06 WIB


KOMPAS.com - Pfizer dan Merck & Co bersiap ajukan izin penggunaan darurat untuk pil Covid-19 yang mereka kembangkan. Menyusul Pfizer dan Merck, beberapa pengembang obat mulai lakukan uji klinis terhadap obat Covid-19 yang dikembangkan.

Dilansir dari Reuters, Rabu (29/9/2021), Pfizer dan Merck, serta mitra Atea Pharmaceuticals (AVIR.O) dan Roche AG (ROG.S) semuanya mengatakan mereka dapat meminta persetujuan darurat untuk pil antivirus Covid-19 tersebut pada tahun ini.

Saat ini, tak hanya Pfizer dan Merck yang mulai mengembangkan obat Covid-19, ada sejumlah perusahaan farmasi yang telah memulai pengembangan kelas obat antivirus.

Para ahli penyakit menular menekankan bahwa mencegah Covid-19 melalui penggunaan vaksin secara luas tetap merupakan cara terbaik untuk mengendalikan pandemi.

Akan tetapi, mereka juga mengatakan bahwa penyakit ini akan tetap ada dan perawatan yang lebih nyaman akan semakin diperlukan.

"Kita perlu memiliki alternatif oral untuk menekan virus ini. Ada orang yang tidak divaksinasi yang sakit, orang yang perlindungan vaksinnya berkurang, dan orang yang tidak dapat divaksinasi," kata Dr. Robert Schooley, ahli penyakit menular dan profesor di UC San Diego School of Medicine.

Baca juga: Potensi Obat Covid-19 Ditemukan pada Obat Cacing Pita, Studi Jelaskan

 

Tak hanya pil Covid-19 Pfizer, obat Covid-19 sebagai perawatan oral juga sedang dikembangkan Enanta Pharmaceuticals (ENTA.O), Pardes Biosciences, Shionogi & Co Ltd Jepang (4507.T) dan Novartis AG (NOVN.S).

Mereka mengatakan bahwa penelitian mereka telah merancang antivirus yang secara khusus menargetkan virus corona.

Pardes Biosciences juga telah memulai uji coba obat Covid-19 yang mereka kembangkan, pada tahap awal pada bulan lalu, sedangkan Shinogi asal Jepang, juga berencana memulai uji klinis skala besar pada akhir tahun ini, dan Enanta akan memulai uji coba obar Covid-19 mereka pada manusia di awal tahun depan.

Kepala Eksekutif Enanta Jay Luly mengatakan penggunaan kembali obat yang awalnya dikembangkan untuk infeksi virus lain bukanlah pendekatan yang tidak masuk akal. Akan tetapi tidak diketahui seberapa kuat mereka melawan Covid-19 atau seberapa baik mereka dapat menargetkan jaringan paru-paru, tempat virus itu bertahan.

Cara kerja obat antivirus Covid-19

Beberapa kelas obat antivirus sedang dieksplorasi. Inhibitor polimerase seperti obat Atea, yang pertama kali dikembangkan untuk hepatitis C, bertujuan untuk mengganggu kemampuan virus corona untuk membuat salinan dirinya sendiri.

Sedangkan protease inhibitor, seperti pil Covid-19 Pfizer, dirancang untuk memblokir enzim yang dibutuhkan virus untuk berkembang biak lebih awal dalam siklus hidupnya.

Baca juga: Obat Covid-19 Rekomendasi BPOM dan WHO: dari Demam hingga Gejala Berat

 

Halaman:
Sumber REUTERS
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.