Kompas.com - 24/09/2021, 08:00 WIB


KOMPAS.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara tegas mengungkapkan, polusi udara telah dimasukkan dalam daftar ancaman lingkungan terbesar dunia.

Polusi udara adalah salah satu ancaman lingkungan terbesar bagi kesehatan manusia, di samping perubahan iklim.

Peningkatan kualitas udara dapat meningkatkan upaya mitigasi perubahan iklim, sementara pengurangan emisi pada bagiannya akan meningkatkan kualitas udara.

Dengan berjuang untuk mencapai tingkat pedoman ini, negara-negara dapat melindungi kesehatan masyarakat sekaligus mengurangi perubahan iklim global.

Adapun, pernyataan memasukkan polusi udara sebagai ancaman kesehatan terbesar dunia ini diambil oleh WHO berdasarkan bukti yang jelas dari pedoman Kualitas Udara Global (AQG).

Pedoman ini tentang kerusakan yang ditimbulkan oleh polusi udara pada kesehatan dunia, bahkan pada konsentrasi polutan yang lebih rendah daripada yang dibuat sebelumnya.

Baca juga: Polusi Udara Memperburuk Kondisi Keparahan Pasien Covid-19

 

Sejak pedoman terakhir WHO pada tahun 2005, terjadi peningkatan nyata atas bukti-bukti yang menunjukkan bagaimana dampak polusi udara pada kesehatan.

Tak hanya menjadi ancaman lingkungan terbesar di dunia, polusi udara telah memberikan pengaruh terhadap berbagai aspek kesehatan.

Untuk alasan itu, dan setelah tinjauan sistematis dari akumulasi bukti yang dikumpulkan, WHO telah menyesuaikan hampir semua tingkat AQG, dan mengingatkan bahwa jika melampaui pedoman kualitas udara yang baru dapat membawa risiko yang signifikan terhadap kesehatan.

Pada saat yang sama, mematuhi pedoman yang baru dapat menyelamatkan jutaan nyawa.

"Polusi udara merupakan ancaman bagi kesehatan di semua negara, tetapi paling parahnmenyerang orang-orang di negara berpenghasilan rendah dan menengah," kata Direktur Jenderal WHO, Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam keterangan resminya, Kamis (23/9/021).

"Pedoman Kualitas Udara Baru WHO adalah berbasis alat bukti dan praktik untuk meningkatkan kualitas udara di mana semua kehidupan bergantung. Saya mendesak semua negara dan semua yang berjuang untuk melindungi lingkungan kita untuk menggunakannya guna mengurangi penderitaan dan menyelamatkan nyawa," tambahnya.

Baca juga: Polusi Udara Bahan Bakar Fosil Tewaskan 8 Juta Orang pada 2018

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.