Kompas.com - 01/08/2021, 13:03 WIB
Ilustrasi tiram. Mikroplastik yang terkandung dalam tiram, bisa memberi dampak buruk bagi kesehatan jika dikonsumsi oleh manusia. SHUTTERSTOCK/Suporn ThawornnithiIlustrasi tiram. Mikroplastik yang terkandung dalam tiram, bisa memberi dampak buruk bagi kesehatan jika dikonsumsi oleh manusia.


KOMPAS.com - Sebuah studi menghasilkan kekhawatiran terhadap mikroplastik yang berpotensi membawa bakteri berbahaya seperti Escherichia coli atau E.coli ke dalam rantai makanan melalui tiram. Bahaya mikroplastik dalam tiram bisa berdampak pada kesehatan.

Meskipun penelitian ini dilakukan pada tiram di bawah kondisi laboratorium, namun ilmuwan meyakini hal tersebut juga bisa ditemukan pada makhluk laut lain yang juga menyaring air laut sebagai makanan.

Ditemukan bahwa tiram mengandung 10 kali lebih banyak mikroplastik dengan lapisan  biofilm dibandingkan dengan mikroplastik murni. Hal ini dikarenakan mikroplastik dengan lapisan biofilm terlihat lebih seperti makanan bagi mereka.

Dilansir dari Live Science, Jumat (30/7/2021), biofilm merupakan kumpulan dari mikroorganisme - baik sejenis maupun beda jenis - yang tumbuh di berbagai permukaan. Biofilm bisa berbentuk bakteri dan jamur.

"Tidak pasti seberapa besar pengaruhnya terhadap rantai makanan, tetapi kemungkinannya adalah karena makhluk-makhluk tersebut menelan lebih banyak plastik dan berpotensi menyebabkan organisme penyebab penyakit," kata Dr Joanne Preston, Pembaca Ekologi dan Evolusi Kelautan di Universitas Portsmouth, Inggris, dikutip dari Science Daily, Jumat (30/7/2021).

Baca juga: Ahli Ungkap Ikan Telan Mikroplastik Sejak 1950an

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

Mikroplastik yang tercerna, masuk ke dalam saluran pencernaan tiram, akan berpengaruh pada tiram yang pada akhirnya berdampak negatif dan bahaya bagi kesehatan manusia. 

Efek yang bisa ditimbulkan dari mikroplastik yang tertelan antara lain terjadinya gangguan metabolisme, penghambatan pertumbuhan, stres oksidatif dan genotoksisitas hingga kerusakan fisik.

Prof. Steve Fletcher, Direktur Revolusi Plastik di Universitas Portsmouth, mengatakan bahwa hasil penelitian tersebut memberikan wawasan lebih terkait risiko mikroplastik terhadap rantai makanan.

"Ini menunjukkan bagaimana kita bisa sangat meremehkan efek yang dimiliki mikroplastik saat ini. Jelas bahwa studi lebih lanjut sangat dibutuhkan" tegas Flecther.

Namun sayangnya, selain bisa ditemukan dalam tiram, bahaya mikroplastik juga terdeteksi pada organisme lain sepeti plankton, paus hingga aneka seafood.

Baca juga: Mikroplastik Ditemukan di Dekat Puncak Gunung Everest

 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.