Kompas.com - 05/07/2021, 18:03 WIB
Ilustrasi virus corona SHUTTERSTOCKIlustrasi virus corona

KOMPAS.com - Saat ini setiap akan melakukan perjalanan, diperlukan hasil tes rapid antigen ataupun swab PCR yang menunjukkan hasil negatif, yang artinya kita dalam keadaan tidak terinfeksi Covid-19.

Kedua tes ini juga sering dilakukan sebagian besar masyarakat sebagai antisipasi untuk mengetahui kondisi tubuhnya, terutama jika mencurigai ia merasakan beberapa gejala mirip Covid-19.

Umumnya untuk mendapatkan hasil yang cepat dan harga yang relatif lebih murah, maka tes rapid antigen menjadi pilihan masyarakat.

Baca juga: Curiga Terpapar Covid-19, Swab Antigen atau Tes PCR Dulu untuk Memastikan?

Sayangnya, masih banyak masyarakat yang bingung jika hasil rapid antigen mereka positif, apa yang harus dilakukan?

Menanggapi hal ini, Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, bahwa secara prosedur resminya jika seseorang mendapatkan hasil positif pada tes antigen, maka harus dilakukan untuk tes swab PCR.

Tes antigen adalah pemeriksaan secara cepat untuk mendeteksi keberadaan antigen Coronavirus di dalam tubuh seseorang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara tes PCR mampu mendeteksi materi genetik virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19, dan ini adalah pemeriksaan golden standar dalam menentukan seseorang terkonfirmasi positif atau negatif Covid-19.

Namun, di tengah situasi pandemi Covid-19 saat ini, di mana angka kasus infeksi dan kematian terus betambah, serta pelayanan di berbagai rumah sakit yang hampir penuh dengan pasien Covid-19, menyebabkan hasil tes PCR relatif lama, atau bahkan susah sekali mendapatkan antrean untuk tes PCR ini.

Sehingga, masyarakat sudah harus siap melakukan beberapa hal di bawah ini, jika mendapatkan hasil positif pada tes antigen, sembari menunggu tes PCR. 

1. Isolasi mandiri

Dijelaskan Nadia, jika Anda mendapatkan hasil positif tes antigen tanpa tes swab PCR, maka harus segera melakukan isolasi mandiri.

"Segeralah lakukan isolasi," kata Nadia kepada Kompas.com, Senin (5/7/2021).

Seperti diketahui, hasil positif pada tes rapid antigen tidak menandakan Anda benar-benar positif terinfeksi virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit Covid-19 yang saat ini mewabah.

Tetapi, rapid antigen sudah cukup bisa menujukkan bahwa Anda terinfeksi virus corona yang ada banyak sekali jenisnya. Setidaknya ada 7 jenis virus corona yang dapat menginfeksi manusia. SARS-CoV-2 hanyalah salah satunya.

Dengan begitu, kata Nadia, dalam kondisi seperti saat ini, di mana kasus infeksi Covid-19 sudah berada di fase kritis akibat lonjakan kasus infeksi dan kematian yang terus meningkat, Anda harus bijak untuk segera melakukan isolasi mandiri usai mendapatkan hasil positif dari tes rapid antigen.

Nadia berkata, jika Anda sudah melakukan isolasi mandiri setelah hasil positif tes antigen, maka tidak perlu lagi memastikan dengan tes swab PCR.

"Isolasi selama 10 hari dan kalau ada gejala ditambah 3 hari bebas gejala," tuturnya.

Baca juga: Curiga Terpapar Virus Corona, Kapan Waktu yang Tepat Melakukan Tes Covid-19?

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.