Kompas.com - 10/04/2021, 12:02 WIB
Ketua Komnas KIPI Prof. DR. Dr. Hinky Hindra Irawan Satari memberikan keterangan pers di Kantor BPOM, Jakarta Timur, Kamis (19/11/2020).  Vaksin covid-19 yang ditargetkan Desember tertunda dan bakal mundur pada Januari 2021. Di Indonesia sendiri, pengadaan vaksin covid-19 akan didatangkan dari CanSino Biologics Inc, Sinovac Biotech Ltd, dan Sinopharm (G42), tiga perusahaan China. Tiga vaksin Covid-19 tersebut direncanakan akan tiba pada akhir tahun ini. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGKetua Komnas KIPI Prof. DR. Dr. Hinky Hindra Irawan Satari memberikan keterangan pers di Kantor BPOM, Jakarta Timur, Kamis (19/11/2020). Vaksin covid-19 yang ditargetkan Desember tertunda dan bakal mundur pada Januari 2021. Di Indonesia sendiri, pengadaan vaksin covid-19 akan didatangkan dari CanSino Biologics Inc, Sinovac Biotech Ltd, dan Sinopharm (G42), tiga perusahaan China. Tiga vaksin Covid-19 tersebut direncanakan akan tiba pada akhir tahun ini.


KOMPAS.com- Ahli mengingatkan agar masyarakat tidak perlu khawatir, mendapati gejala setelah vaksinasi atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), sebab itu wajar dan merupakan bentuk respons tubuh yang sama halnya seperti makan cabai, juga putus cinta.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Komnas Pengurus Pusat KIPI, Prof Dr dr Hinky Hindra Irawan Satari SpA(K) M TropPaed.

Seperti diketahui, sebagian besar partisipan banyak yang mengalami KIPI vaksin Covid setelah menerima vaksinasi Covid-19.

Beberapa efek samping vaksin yang umum dirasakan seperti demam, mual, pusing, nyeri otot, ngantuk, kemerahan hingga gatal di area lokal bekas suntikan vaksin tersebut.

Hinky berkata, gejala tersebut sebenarnya merupakan reaksi alami tubuh terhadap benda asing, dalam hal ini produk vaksin yang dimasukkan ke dalam tubuh.

Baca juga: KIPI Vaksinasi AstraZeneca Disebut Ringan, Ini 3 Jenis Efek Sampingnya

 

Hal ini bukan berarti efek yang terjadi disebabkan oleh komponen vaksinnya. Hinky menambahkan, bisa jadi cacat produk atau ada kekeliruan prosedur yang bisa menyebabkan KIPI terjadi.

Misalnya, seharusnya suntik vaksin dilakukan ke otot, tapi justru disuntik ke jaringan lemak yang menyebabkan bengkak. 

Selain itu, efek KIPI setelah vaksinasi juga bisa jadi merupakan reaksi kecemasan akibat suasana imunisasi yang dialami oleh penerima vaksin.

"Tubuh memberikan respons dia tergugah membentuk kekebalan," kata Hinky dalam acara #TANYAIDI yang diselenggarakan Tim Advokasi Vaksinasi Covid-19 PB IDI dan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Kamis (8/4/2021).

Baca juga: Komnas KIPI: Sejauh Ini Tak Ada Reaksi Serius Pasca-vaksinasi Covid-19

 

Mirip respons saat makan cabai

Dalam kesempatan tersebut Hinky juga menegaskan, tidak semua orang yang disuntik vaksin akan langsung mendapati gejala KIPI, atau pun jika mengalami efek samping vaksin, reaksi yang ditimbulkan cenderung berbeda pada setiap orang.

Hal ini dikarenakan sensitivitas masing-masing orang terhadap vaksinasi juga berbeda-beda.

Hinky menganalogikan reaksi atau respons pasca-vaksinasi seperti memakan cabai. Ada kelompok orang yang makan sedikit saja sudah merasakan pedas.

Sebaliknya, bagi yang suka rasa pedas, memakan cabai dalam jumlah banyak pun tetap bisa menikmati makanan tersebut.

Baca juga: Efek Samping Vaksin Covid-19 Berbeda pada Tiap Orang, Ahli Jelaskan Alasannya

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X