Kompas.com - 05/04/2021, 20:18 WIB
Ilustrasi Vaksin Covid-19 ShutterstockIlustrasi Vaksin Covid-19

KOMPAS.com - Setiap vaksin memiliki efek samping, yang biasanya sudah terlihat saat uji klinis, termasuk pada vaksin Covid-19.

Efek samping atau kejadian ikutan pasca imunisasi yang muncul juga bisa bermacam-macam, muai dari nyeri pada lokasi suntik, pusing, demam, hingga mual.

Tapi, efek samping vaksin Covid-19 ini rupanya tak dialami oleh semua orang. Karena itu, ada sebagian orang yang merasa sakit setelah divaksin, sementara sebagian orang lainnya dalam kondisi baik-baik saja tanpa merasakan efek apapun.

Baca juga: Vaksin Pfizer 100 Persen Efektif Cegah Covid-19 pada Anak Berusia 12 hingga 15 Tahun

Menurut ahli biologi molekuler Ahmad Utomo, munculnya efek samping dari vaksin tergantung dari imun tubuh masing-masing orang dan tipe vaksinnya.

Ia mengatakan, dalam vaksin ada dua komponen utama, yaitu zat aktif dan ajuvan. Setiap vaksin menggunakan ajuvan yang berbeda. Ajuvan ini yang kemungkinan bisa menimbulkan reaksi.

“Misalnya Sinovac ajuvannya aluminium atau pada Pfizer dan moderna, yang berfungsi sebagai ajuvan adalah komponen nano partikel pembungkus RNA. Ini bisa menimbulkan reaksi orang yang alergi pada komponen tersebut,” jelas Ahmad saat dihubungi Kompas.com, Senin (5/4/2021).

“Jadi kalo ada orang yang alergi pada komponen tersebut, ya dia tentu akan mendapatkan reaksi yang lebih intens ketimbang orang yg tidak punya alergi pada komponen itu. Ini salah satu faktor mengapa efek vaksin pada tiap orang berbeda,” lanjutnya.

Namuan sebenarnya kata Ahmad, jika efek samping vaksin yang muncul sesuai dengan yang dilaporkan pada uji klinis vaksin, tidak menyebabkan efek yang berkelanjutan, atau bahkan menyebabkan kematian, itu berarti vaksin masih dalam kategori aman.

“Seperti di Sulawesi Utara, kejadian ikutan yang muncul setelah vaksin ada mual, demam, ada juga lemas otot, ya sebetulnya efek yang muncul dari vaksin AstraZeneca memang seperti itu, sama seperti yang sudah dilaporkan di uji klinis fase 1, fase 2,” tuturnya.

Baca juga: Vaksin AstraZeneca, Benarkah Ada Risiko Pembekuan Darah?

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanpa Disadari, Partikel Plastik Ada di Udara yang Kita Hirup

Tanpa Disadari, Partikel Plastik Ada di Udara yang Kita Hirup

Oh Begitu
Okultasi Mars di Malam Ramadhan, Catat Waktunya di Wilayah Indonesia

Okultasi Mars di Malam Ramadhan, Catat Waktunya di Wilayah Indonesia

Fenomena
Daftar Wilayah Indonesia yang Bisa Saksikan Okultasi Mars oleh Bulan Hari Ini

Daftar Wilayah Indonesia yang Bisa Saksikan Okultasi Mars oleh Bulan Hari Ini

Fenomena
Sembelit Selama Puasa, Kenali Tipe, Gejala Sembelit hingga Penyebabnya

Sembelit Selama Puasa, Kenali Tipe, Gejala Sembelit hingga Penyebabnya

Kita
Daftar Wilayah Waspada Banjir di Indonesia, dari Kalimantan hingga Papua

Daftar Wilayah Waspada Banjir di Indonesia, dari Kalimantan hingga Papua

Fenomena
11 Fenomena Hiasi Langit Indonesia Selama Bulan Ramadhan, Catat Jadwalnya

11 Fenomena Hiasi Langit Indonesia Selama Bulan Ramadhan, Catat Jadwalnya

Fenomena
Kekerasan Perawat di Palembang, Ini Sikap Persatuan Perawat Nasional Indonesia

Kekerasan Perawat di Palembang, Ini Sikap Persatuan Perawat Nasional Indonesia

Oh Begitu
Puasa Pasien Pasca-Covid, Ahli Ingatkan Pentingnya Konsumsi Air hingga Kekebalan

Puasa Pasien Pasca-Covid, Ahli Ingatkan Pentingnya Konsumsi Air hingga Kekebalan

Oh Begitu
Vaksin Johnson & Johnson akan Ditinjau CDC, Setelah Laporan Pembekuan Darah

Vaksin Johnson & Johnson akan Ditinjau CDC, Setelah Laporan Pembekuan Darah

Oh Begitu
Monkeydactyl, Dinosaurus Terbang dari China yang Bisa Panjat Pohon

Monkeydactyl, Dinosaurus Terbang dari China yang Bisa Panjat Pohon

Fenomena
Jangan Lewatkan Makan Sahur Sebelum Puasa, Ini Alasannya

Jangan Lewatkan Makan Sahur Sebelum Puasa, Ini Alasannya

Kita
Rahasia Alam Semesta: Berapa Berat Badan Manusia di Planet Lain?

Rahasia Alam Semesta: Berapa Berat Badan Manusia di Planet Lain?

Oh Begitu
Pahami Cara Mencegah Bau Mulut Saat Puasa dan Penyebabnya

Pahami Cara Mencegah Bau Mulut Saat Puasa dan Penyebabnya

Oh Begitu
Terkuak, Manusia Purba Bikin Lukisan di Gua Sambil Berhalusinasi

Terkuak, Manusia Purba Bikin Lukisan di Gua Sambil Berhalusinasi

Fenomena
Daftar Wilayah Waspada Gelombang Tinggi 6 Meter akibat Siklon Tropis Surigae

Daftar Wilayah Waspada Gelombang Tinggi 6 Meter akibat Siklon Tropis Surigae

Oh Begitu
komentar
Close Ads X