Kompas.com - 02/03/2021, 06:57 WIB
Pekerja menggunakan masker saat berjalan menuju perkantoran di Kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (21/9/2020). PSBB kembali diterapkan mulai tanggal 14 September 2020, berbagai aktivitas kembali dibatasi yakni aktivitas perkantoran, usaha, transportasi, hingga fasilitas umum. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPekerja menggunakan masker saat berjalan menuju perkantoran di Kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (21/9/2020). PSBB kembali diterapkan mulai tanggal 14 September 2020, berbagai aktivitas kembali dibatasi yakni aktivitas perkantoran, usaha, transportasi, hingga fasilitas umum.

KOMPAS.com - Kabar tentang Covid-19 yang diprediksi akan menjadi endemik masih menjadi berita populer Sains.

Saat Covid-19 endemik, artinya kita harus hidup berdampingan dengan virus corona SARS-CoV-2 selama beberapa tahun atau puluhan tahun.

Kendati jadi endemik, dampak risiko dari Covid-19 seperti angka kesakitan, kematian, dan lockdown akan menurun seiring waktu.

Nah, apa yang akan jika Covid-19 menjadi endemik juga dibahas tuntas oleh ahlinya.

Berita populer lainnya adalah fenomena langit Maret 2021 yang akan menghiasi angkasa Indonesia hingga dampak Covid-19 klaster perkantoran pada keluarga.

Baca juga: [POPULER SAINS] WHO: Covid-19 Bakal Jadi Endemik | Sukses Turunkan BB

Berikut ulasan berita populer Sains edisi Senin (1/3/2021).

1. Apa artinya jika Covid-19 endemik?

Peneliti mengatakan, masa depan akan sangat bergantung pada jenis kekebalan yang diperoleh orang melalui infeksi atau vaksinasi dan bagaimana virus berevolusi.

Jika Covid-19 jadi endemik, ini akan seperti influenza dan empat penyakit yang disebabkan virus corona lainnya yang juga endemik.

Data menunjukkan, kombinasi vaksin tahunan dan kekebalan yang didapat dari infeksi penyakit membantu manusia menoleransi kematian dan penyakit musiman tanpa memerlukan lockdown, masker, dan jaga jarak.

Selain itu ahli mengatakan bahwa 5 tahun dari sekarang, ketika orangtua mengetahui anak mereka mengalami pilek dan demam, pandemi Covid-19 mungkin tampak seperti kenangan.

Tak ada lagi ketakutan seperti sekarang.
Ini adalah salah satu skenario yang diramalkan oleh para ilmuwan untuk SARS-CoV-2.

Virus tetap ada, tetapi begitu orang mengembangkan kekebalan terhadapnya - baik melalui infeksi alami maupun vaksinasi - mereka tidak akan terinfeksi dengan gejala yang parah.

"Virus itu akan menjadi musuh yang pertama kali ditemui pada masa kanak-kanak, ketika biasanya menyebabkan infeksi ringan atau tidak sama sekali," kata Jennie Lavine, peneliti penyakit menular di Emory University di Atlanta, Georgia, dilansir Nature.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X